PENGUKURAN EFISIENSI PELAYANAN KANTOR DINAS PENDAPATAN (Studi Kasus Pada 6 Dinas Pendapatan)
Wulan, Wara Kustini (Adv.Dr. Budiono Sri Handoko, M.A), Dr. Budiono Sri Handoko, M.A
Dinas Pendapatan Kota merupakan unit pengelola penerimaan bagi kota atau daerah, oleh sebab itu Dinas Pendapatan mutlak dikelola secara efisien. Pengukuran efisiensi pelayanan Dinas Pendapatan merupakan upaya yang dapat menggambarkan kinerja dinas yang selanjutnya dapat
memberikan solusi penentuan arah kebijakan untuk peningkatan pengelolaan dan pelayanan, sehingga menjadi Iebih efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penelitian tentang pengukuran efisiensi Dinas Pendapatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi Dinas Pendapatan Kota Jayapura dibandingkan dengan Dinas Pendapatan Kota lainnya, memberikan informasi tentang kinerja Dinas Pendapatan Kota Jayapura dan Dinas Pendapatan Kota pembanding serta memberikan solusi perbaikan kinerja melalui variabel yang digunakan.
Pengambilan data menggunakan pendekatan penelitian lapangan
dan kepustakaan, alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja adalah efisiensi relatif Dinas Pendapatan Kota Jayapura dibandingkan dengan lima Dinas Pendapatan lain yang sejenis dan menggunakan variabel
yang sama selama dua tahun yaitu tahun 1998-1999. Pengukuran efisiensi menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan Dinas Pendapatan Kota Jayapura belum efisien secara menyeluruh, yang ditunjukkan oleh angka rasio efisiensi yang berkisar antara 8,86 sampai
46,67 persen (di bawah 50 persen); hasil pengukuran efisiensi aspek tehnis menunjukkan beberapa kantor Dinas Pendapatan yang memiliki efisiensi seratus persen yaitu Ujung Pandang' 98 , Bandar Lampung '98 , Surabaya
'99, Yogyakarta'99 dan Badung '99; hasil pengukuran efisiensi aspek sumber daya manusia kantor Dinas Pendapatan yang efisien adalah Surabaya'99, Yogyakarta'99 dan Badung'98; hasil pengukuran efisiensi aspek keuangan Dinas Pendapatan Kota yang efisien adalah Ujung
Pandang'98, Yogyakarta'99 dan Badung '99.
Regional Income Board is the revenue manager unit of city or region, therefore, Regional Income Board must be managed efficiently. The services efficience measurement of Regional Income Board should show Regional Income Board performance and then can give the solution for the decision
making for the performance improvement and public services increase. This research attemps to identify the efficiency rate of Jayapura Region Income Board which compared to the other similar Regional Income Board, provide information about the Jayapura Regional Income Board performance and the others, offer some solutions for performance improvement through the variables by used. The data used in this research are the primary data where obtained
from field research and secondary data where obtained from libraries research. The analysis data method applied to measure the performance is the relative efficiency of Jayapura Regional Income Board which compared to five other similar Regional Income Boards and the measurement used the same variables for to year (1998-1999). Efficiency measurement used Data Envelopment Analysis (DEA). The result of the research are Jayapura Regional Income publicservices were not efficient as a whole, which shown by the efficieny ratio at 8,86 till 46,67 percentage; technical efficiency measurement showed some
Regional Income Board which have a good efficiency (100 percentage) are Ujung Pandang'98, Bandar Lampung'98, Surabaya'99, Yogyakarta'99 and Badung'99; labour efficiency measurement result showed some Regional
Income Board have a good efficiency are Surabaya'99, Yogyakarta'99 and Badung'99; financial efficiency measurement result showed some Regional Income Board which have a good efficiency are Ujung Pandang'98, Yogyakarta'99 and Badung'99.
Kata Kunci : efisiensi, pelayanan kantor dinas pendapatan, 6 dinas pendapatan