Laporkan Masalah

Pengaruh keadilan prosedural persepsian terhadap organizational citizenship behaviors dan turnover intention, dengan komitmen organisasional sebagai variabel pemediasi

Wulandari, Aprillia (Adv.T.Hani Handoko,Dr.,MBA), Hani Handoko T,Dr.,MBA

2006 | Skripsi | S1 Management

Lingkungan bisnis yang semakin berkembang pesat dan berubah secara cepat menuntut manajer (pimpinan) untuk senantiasa meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi mereka. keadilan prosedural memiliki hubungan yang cukup penting dengan berbagai faktor di dalam organisasi, yang pada masing-masing pengaruhnya akan memberikan dampak baik positif maupun negatif pada keefektifan organisasi. Jika organisasi mengabaikan pentingnya keadilan prosedural dan tidak mengontrol hal-hal yang berkaitan, maka bukan tidak mungkin dampak positif seperti komitmen dan citizenship behaviors yang mungkin timbul akan berkurang dan memicu timbulnya dampak negatif berupa absenteeism, turnover, dan perilaku menyimpang seperti employee theft.



Tujuan penelitian ini adalah: (1) menguji dan menganalisis pengaruh keadilan prosedural persepsian pada OCB, dengan komitmen organisasional sebagai variabel pemediasi, serta (2) menguji dan menganalisis pengaruh keadilan prosedural persepsian pada turnover intention, dengan komitmen organisasional sebagai variabel pemediasi



Sam pel dalam penelitian ini adalah 100 karyawan Kanwil XIV Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan, Y ogyakarta. Metode sampling yang digunakan adalah non probability sampling. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah regression analysis dengan SPSS 11.5 for Windows sesuai dengan prosedur efek pemediasian dari Baron dan Kenny (1986).



Hasil penelitian menunjukkan dari dua hipotesis yang diajukan, hipotesis pertama didukung, yaitu: Keadilan prosedural persepsian berpengaruh pada OCB secara positif dengan komitmen organisasional sebagai variabel pemediasi. Sementara itu, hipotesis dua tidak didukung, yaitu: Keadilan prosedural persepsian tidak berpengaruh pada turnover intention secara positif dengan komitmen organisasional sebagai variabel pemediasi.



Implikasi dari hasil penelitian terse but adalah upaya-upaya untuk meningkatkan perilaku ekstra peran dari karyawan. Untuk tujuan tersebut, aspek¬aspek keadilan prosedural perlu mendapat perhatian serius. Mengupayakan adanya keadilan, baik dalam aspek distributif maupun prosedural, merupakan langkah awal bagi upaya-upaya untuk menciptakan dan menumbuhkan OCB serta menurunkan tingkat keinginan berpindah karyawan.

Kata Kunci : komitmen orgnaisasional,turnover intention


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.