Pengaruh Self Assessment System Terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Pada Pengusaha Kena Pajak (studi Kasus Pada Kantor Layanan Pajak Pratama Sleman Tahun 2007-2009)
WINDASARI(Pembimbing: Hermawan Legowo, Drs., M.Si), Hermawan Legowo, Drs., M.Si
Salah satu sumber penerimaan negara yang terbesar yaitu berasal dari pajak. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan potensi penerimaan pajak di Indonesia, pemerintah menerapkan Self Assessment System sebagai pengganti dari metode sebelumnya yakni Official Assessment System. Self Assessment System diterapkan pada Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Potensi yang cukup besar terdapat pada Pajak Pertambahan Nilai karena sifatnya sebagai pajak tidak langsung yang dipungut setiap ada nya transaksi konsumsi barang/jasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self Assessment System terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai pada PKP (Pengusaha Kena Pajak) di KPP Pratama Sleman. Pada penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh Self Assessment System tersebut, maka digunakan tiga variabel independen berupa jumlah PKP terdaftar, SPT yang dilaporkan serta SSP yang disetorkan. Variabel dependen yang digunakan yaitu jumlah penerimaan PPN.
Pada penelitian ini, jumlah data yang digunakan yaitu sebanyak 36 (data bulanan selama 3 tahun) tahun 2007-2009 pada KPP Pratama Sleman khususnya pada penerimaan PPN nya. Alat analisis yang digunakan yaitu berupa uji asumsi klasik dan analisis regresi berganda dengan uji t, uji F dan tes koefisien determinasi (R2).
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa variabel jumlah PKP yang terdaftar berpengaruh signifikan negatif terhadap PPN. Hal ini perlu dicermati kembali oleh pihak yang terkait yaitu KPP Pratama Sleman. Kemudian variabel SPT yang dilaporkan serta SSP yang disetorkan merupakan variabel yang berpengaruh signifikan positif terhadap PPN.
One of the main source of state revenue is from tax. To maximizing the potensial of tax in Indonesia, the goverment was implementation the Self Assessment System to change from Official Assessment System. Self Assessment System was implementation on Income Tax, Value Added Tax and Property Tax. Value Added Tax has one of the biggest potensial in tax because the nature of VAT is indirect tax and the imposition are transaction for all of taxable goods or services.
The purpose of this research is to know the influence Self Asessment System of Value Added Tax in PKP at KPP Pratama Sleman with three independent variabel amount of PKP enlist, reported monthly SPT, and SSP Value Added Tax toward Valuable Added Tax received. This research with 36 samples (monthly data ) 2007-2009 at KPP Pratama Sleman in Value Added Tax Received. The method of this thesis is double regression with t test, F test and coefficient determination test (R2).
This research result have indicated that the third independend variabel in this research have influence to the revenue of Value Added Tax. But, one of the independend variabel, PKP has the negative significant. Beside that the research result also indicate that SSP which paid is the most dominant variabel which is influencing the revenue of Value Added Tax.
Kata Kunci : Value Added Tax, Self Assessment System, Pajak Pertambahan Nilai,