ANALISIS RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN MERGER DAN AKUISISI
WINDARTI (Pembimbing : PROF. DR. ZAKI BARIDWAN, M.SC.), PROF. DR. ZAKI BARIDWAN, M.SC.
2012 | Skripsi | S2 Accounting
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji karakteristik kenerja perusahaan yang diproksikan dengan rasio keuangan pada perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi. Rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan yang digunakan oleh Sorensen (2000) meliputi rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas, financial leverage dan grounh. Analisis didasarkan metode matched pair terhadap 23 perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan merger dan akuisisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kinerja perusahaan yang diproksikan dengan pertumbuhan (growth) sebelum dan sesudah merger dan akuisisi, tetapi perbedaan ini diduga bukan disebabkan karena perusahaan melakukan merger dan akusisi. Hal ini dibuktikan dengan pengujian tahap selanjutnya menggunakan model regresi logistik, hasilnya menunjukkan bahwa hanya current to total assets (rasio likuiditas) yang berbeda secara signifikan pada level 1 %.
Hasil secara keseluruhan dalam penelitian ini mendukung pendapat
Sorensen (2000) bahwa karakteristik perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi tidak dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan. Profitabilitas antara perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dengan perusahaan non merger dan akuisisi tidak menunjukan adanya perbedaan, ini mengindikasikan bahwa di Indonesia motif perusahaan yang melakukan merger dan akusisisi bukan untuk meningkatkan profitabilitas, tetapi lebih cenderung untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan (going concern).
The purpose of this study is to test firm performance characteristic proxied with financial ratio performance of merger and acquisition firm. Financial ratios used in this research are ones Sorenson (2000) used consist of liquidity, profitability, activity, financial and growth ratio. Analysis is based on matched pair method on 23 companies that perform merger and acquisition compared to firm that not performs merger and acquisition. This research results that there is a significant difference on performance proxies with growth between before and after merger and acquisition, but this is suspected not due to performance of merger and acquisition firms. This is confirmed by testing next step using logistic regression model and its result shows that only current to total asset (liquidity ratio) that is significantly different at level 1 %.
As a whole, this research supports Sorensen (2000) who suggests that merger and acquisition firm characteristics cannot be measured with financial ratio. Profitabilitv of merger and / acquisition firm and non- merge and acquire ones do not produce difference, indicating that in Indonesia, firm's motive to merge and acquire was not to increase profitabilihj but more likely to survive (going concern).
Kata Kunci : Merger dan akuisisi, Rasio Keuangan, regresi logistik, Merger and Acquisition, financial ratios, logistic regression