Laporkan Masalah

Studi Tentang Kebutuhan Oksigen dan Pemanfaatan Kapasitas Pabrik di Jawa Timur

WINARSI S., ENDANG (Adv.: Gunawan Adisaputro, Drs., M.B.A.), Gunawan Adisaputro, Drs., M.B.A.

2016 | Skripsi | S2 Management

Permasalahan pokok industri oksigen di Jawa Timur adalah adanya perbedaan yang besar antara kapasitas terpasang dan kapasitas terpakainya. Kapasitas terpasang pada tahun-1976 sampai 1978 adalah 3.672.000 meter kubik dan pulai tahun 1979 - 1982 berkembang menjadi 11.131000 m3. Sedangkan kapasitas terpakai rata-rata sebelum ekspansi 1979 (1976 - 1978) adalah 55.53%, dan sesudah ekspansi serata relatif menurun menjadi 25.15%. Meskipun dalam angka absolut kapasitas terpakai meningkat sedikit. Akan tetapi karena peningkatan kapasitas terpakai secara absolut relative sangat kecil dibandingkan dengan penambahan kapasitas terpasang yang dimiliki para produsen, maka kesenjangan kapasitas terpasang secara relatif menunjukkan angka yang tinggi. Hal tersebut adalah merupakan akibat dari ber bagai perilaku. Yang pertama industri oksigen mempunyai karakteristik pasar oligopoli. Tercermin dari jumlah produsen yang hanya tujuh untuk seluruh Jawa Timur. Jumlah industri pemakainya banyak dan bervariasi. Di dalam pasar oligopoli perilaku seorang produsen sangat dipengaruhi dan mempengaruhi produsen lain. Sebagai contoh pada tahun 1979 suatu perusahaan mengadakan ekspansi, ternyata beberapa produsen mengikutinya. Sehingga kapasitas terpasang industri meningkat menjadi tiga kali semula. Hal ini berarti meningkatnya investasi dalam jumlah besar, disebut sebagai perilaku yang ke dua. Yang ke tiga, jika dilihat dari perkembangan kebutuhan oksigen yang hanya 8.8% setiap tahun,dimulai dari jumlah yang masih rendah) dapat dimengerti bahwa peningkatan investasi adalah berlebihan. Dari ke tiga perilaku tersebut mengakibatkan ren adahnya tingkat rentabilitas ekonomis industri oksigen (dengan berbagai variasi pada masing-masing strata). Di lihat pada pola break-even yang relatif rendah sebenarnya industri oksigen memiliki kesempatan baik,apa bila di waktu mendatang permintaan menjadi semakin besar. Apalagi jika diperhatikan titik Batas penutupan pabrik yang sangat rendah, dimengerti bahwa pemupukan sumber dana intern yang berasal dari penyusutan aktiva tetap adalah tinggi. Meski waktu mendatang agaknya perusahaan perlu berhati-hati di dalam mengadakan penambahan investasi. Agar dapat bertahan hidup dan beroperasi dengan menguntungkan.

Kata Kunci : Investasi,pasar industry Osigen, karakteristik pasar oligopoli


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.