Laporkan Masalah

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Beta Saham, Di Bursa Efek Jakarta Periode 1993-1997

Widyawati J, Kathryn Delima (Adv: Ainun Na'im., Dr, MBA.), Ainun Na'im., Dr, MBA.

1999 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Dalam melakukan investasi, pemodal selalu dihadapkan pada unsur ketidakpastian yang merupakan risiko investasi. Ukuran risiko yang relevan bagi para investor ini disebut sebagai beta saham. Beta saham menunjukkan kepekaan tingkat keuntungan suatu saham terhadap tingkat keuntungan indeks pasar. Suatu saham yang memiliki beta sama dengan satu menunjukkan bahwa perubahan tingkat keuntungan suatu saham berubah secara proporsional dengan tingkat perubahan keuntungan pasar. Beta saham yang kurang dari satu menunjukkan bahwa saham kurang peka terhadap perubahan tingkat keuntungan pasar yang disebut saham yang defensif, sedangkan saham yang mempunyai beta lebih dari satu disebut sebagai saham yang agresif yaitu relatif lebih peka terhadap perubahan tingkat keuntungan pasar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi besarnya beta saham tersebut. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya yang dijadikan sebagai acuan penelitian ini ditunjukkan bahwa terdapat beberapa variabel akuntansi yang mempengaruhi besarnya beta saham. Karena itu dalam penelitian ini variabel akuntansi yang akan diuji apakah secara signifikan mempengaruhi beta saham atau tidak yaitu financial leverage, likuiditas, pertumbuhan aktiva, variabilitas keuntungan, beta akuntansi dan ukuran perusahaan (asset size).

Penghitungan beta saham yang umumnya dilakukan adalah dengan menggunakan Single Index Model yang merupakan suatu fungsi linier dari suatu faktor pasar (Rm) dengan rumus: Ri t = ai + 13(Rm t) + ei t . Namun rumus ini umumnya lebih cocok digunakan untuk negara yang pasar modalnya sudah maju, sehingga akan bias jika digunakan untuk pasar modal yang transaksi perdagangannya tipis (thin market). Karena itu, untuk mengurangi bias, maka dalam penelitian ini untuk menghitung beta digunakan lag (periode mundur) dan lead (periode maju). Periode yang digunakan adalah tiga periode lag dan lead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dan beta yang telah disesuaikan ternyata lebih mendekati satu dibandingkan dengan beta yang belum disesuaikan.

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dalam pengolahan data yang terdiri dari variabel dependent dan variabel independent. Beta saham akan digunakan sebagai variabel dependent, sedang variabel independent terdiri dari financial leverage, likuiditas, pertumbuhan aktiva, variabilitas keuntungan, beta akuntansi dan ukuran perusahaan (asset size).

Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi linier berganda diperoleh hasil bahwa variabel likuiditas serta variabilitas keuntungan ternyata berpengaruh secara signifikan terhadap beta saham. Sedangkan variabel financial leverage, pertumbuhan aktiva, beta akuntansi dan ukuran perusahaan ternyata tidak berpengaruh secara signifikan terhadap beta saham.

Kata Kunci : beta saham, bursa efek


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.