Laporkan Masalah

Analisis Beberapa Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kebijakan Dividen pada Badan Usaha Milik Negara Bentuk Persero

Widyantoro Setyawan (Pembimbing: Pangestu Subagyo, Drs.. MBA), Pangestu Subagyo, Drs.. MBA

2016 | Tesis | S2 Management

Kebijakan dividen yang diambil merupakan suatu hal yang penting, bukan saja menyangkut kepentingan perusahaan tetapi kepentingan pemegang saham, para pegawai dan masyarakat, juga terkait didalamnya. Ini menunjukan adanya satu sumber dana digunakan untuk berbagai aspek yang mempunyai tujuan ekonomis sendiri-sendiri. Oleh karena itu selalu akan terjadi tarik-menarik agar memperoleh porsi yang lebih besar.

Formulasi beberapa faktor dengan mempertimbangkan kepentingan pemegang saham dan perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, merupakan keputusan yang optimal yang dapat dicapai. Dalam prakteknya keputusan yang optimal pada perusahaan satu dengan lainnya mempunyai proporsi yang tidak sama. Pertimbangan faktor prioritas yang akan dicapai masing-masing perusahaan mengakibatkan hal tersebut terjadi. Keputusan kebijakan dividen dapat memberikan informasi bagaimana kondisi saat ini dan upaya yang direncanakan untuk mengantisipasi masa datang. Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam kebijakan dividen merupakan faktor yang akan diantisipasi pada masa datang, atau keadaan yang menjadi prasarat pada saat ini. Ada 4 faktor utama yang diajukan dalam penelitian ini. Yaitu rencana pembayaran hutang, rencana investasi dan rencana penambahan modal kerja serta tingkat kesehatan perusahaan. Perubahan yang terjadi setiap factor tersebut diperkirakan akan mengakibatkan keputusan pembagian laba menjadi berbeda. Untuk mendukung anggapan tersebut

dilakukan penelitian terhadap 81 perusahaan BUMN bentuk Persero yang memperoleh laba pada tahun 1992. Dari data yang dikumpulkan secara cross section dianalisa dengan regresi berganda akan menghasilkan perilaku hubungan faktor-faktor tersebut. Varibel terikatnya adalah Dividen (Dev) diukur dari nilai nominal dividen untuk Pemerintah. Variabel tidak terikat terdiri dari (1) Rencana Pembayaran Hutang (RPH) diukur dengan besarnya hutang yang akan dibayar pada masa t+1, (2) Rencana Investasi (RIN) dihitung dari besarnya tambahan investasi aktiva tetap dan penyertaan pada mas t+1, (3) Rencana Penambahan Modal Kerja (RPMK) diukur dari besarnya perubaham modal kerja pada masa t+1, serta (4) Tingkat Kesehatan Perusahaa (TKP) merupakan nilai kinerja perusahaan pada tahun 1992.

Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 2 variabel yang tidak signifikan yaitu RPH dan TKP, sedangkan variable RIN dan RPMK mempunyai pengaruh yang signifikAn. Nilai koefisien regresinya 0.0122 dan 0.0174 serta R 0.1820 memberikan kesimpulan bahwa investasi dan penambahan modal kerja mempunyai pengaruh yang kecil pada kebijakan dividen dan sebaliknya porsi laba ditahan dalam pembiayaan investasi masih kecil. Semakin besar memperoleh laba semakin besar rencana investasi dan penambahan modal kerjanya.

A dividend policy adopted by a company is of gr,eat'-u0,0 importance as it is concerned not only with the inter " of the company but also with shareholders, employees, and the general public. This fact indicates the availability of a source of funds to be used for various aspects, each of which has its own economic purpose. Therefore, there will always be a conflict of interests among these aspects beause each requires a larger proportion from the earned income.

A formulation of a number of factors by taking into account the interests of shareholders and a company for short and long terms is an optimal decision that can be. reached. In practice, however, the optimal decisions taken by different companies vary in proportion from one another. This is caused by the different order of priorities that each company has. A decision on a dividend policy can provide information about the current situation of a company and the efforts made in anticipation of the future.

The factors which are included as a basis for consideration in a dividend policy are those that are

anticipated in the future, or the current situation which is regarded as a prerequisite condition. There are four major factors put forward in this research. They are debt repayment plan, investment plan, and working-capital increase plan, as well as the health level of a company. It is postulated that a change in each of these factors will result in different decision on profit-sharing

schemes. In order to verify this hypothesis, a study was conducted on 81 limited liability companies under BUMN (State-owned Corporation) and the profits they made in 1992. The data, which was cross-sectionally collected, were analysed by using a multiple-regression technique to

find out the interrelationship of the afore-mentioned factors. The dependent variable was Dividend measured from the nominal dividend for the Government. The independent variables consisted of (1) Debt Repayment Plan (RPH) measured by the amount of debts payable during period t+1, (2) Investment Plan (RIN) counted from the amount of the additional investment of fixed assets and its inclusion into period t+1, (3) Working-Capital Increase Plan (RPMK) measured from the amount of the change in the working capital during period t+1. and (4) the Health Level of a company (TKP) which constitute its performance value in 1992.

The research findings indicate that there are two insignificant variables, i.e., Debt Repayment Plan and the Health Level of a company, whereas Investment Plan and Working-Capital Increase Plan have a significant influence. The values of the regression coefficient, i.e., 0.0122 and 0.0174 and R2 0.1820, are conclusive evidence that investment and increase in working capital have little influence on dividend policy; on the other hand, iv the amount of retained earning in investment costs is' small. The bigger the profit is, the bigger the investment plan and working-capital increase are.

Kata Kunci : Kebijakan dividen ; faktor-faktor kebijakan dividen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.