Laporkan Masalah

Penggunaan EVA untuk Mengendalikan Konflik Keagenan: studi empiris pada 100 perusahaan dengan kinerja EVA terbaik versi majalah SWA 2002-2005

Widiantoro, Dimas Mukhlas, Dr. SUad Husnan, M.B.A.

2008 | Skripsi | S1 Management

Penelitian ini merumuskan penyebab konflik keagenan ke dalam tiga faktor. Yang pertama adalah ketidakpuasan agent terhadap sistem kompensasi yang ada. Faktor yang kedua adalah terdapatnya free cash flow dalam rasio yang cukup besar pada perusahaan. Dan faktor yang terakhir adalah tidak adanya pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan operasional perusahaan. Melihat ketiga faktor penyebab konflik keagenan di atas, penelitian ini berusaha mencari metoda untuk mengendalikannya. Salah satunya dengan menggunakan EVA. Penggunaan EVA sebagai alat pengendali konflik keagenan merupakan hal yang cukup baru di Indonesia. Konsiten dengan hal tersebut nilai investasi dan nilai optimalisasi aset atau total asset turnover menjadi variabel proxy konflik keagenan. Sedangkan variabel kontrol yang digunakan adalah nilai deviden dan leverage. Untuk uji yang digunakan adalah uji rata-rata paired t-test dan uji regresi linear terhadap 100 perusahaan dengan kinerja EVA terbaik versi majalah SWA periode 2002 hingga 2005. Yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah, apakah terdapat perbedaan kondisi konflik keagenan antara perusahaan yang mendasari sistem kompensasinya berdasarkan EVA atau memiliki EVA positif dengan perusahaan yang memiliki EVA negatif. Pertanyaan yang kedua adalah, apakah EVA mampu memoderasi variabel kontrol dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap konflik keagenan yang terdapat di dalam perusahaan. Beberapa temuan menarik yang didapatkan adalah perusahaan dengan EVA positif ternyata memiliki potensi konflik keagenan yang lebih rendah. Temuan yang kedua adalah variabel EVA ternyata dapat memoderasi variabel kontrol dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen atau proxy konflik keagenan. Kata kunci : EVA, investasi baru, optimalisasi aset, rasio pembayaran deviden, leverage, majalah SWA, konflik keagenan

This research is formulizing the cause of agency conflict into three factors. The first one is agent unsatisfactory on the existing compensation system. The second factor is high ration of free cash flow in the company. Then the third one is the absence of good monitoring on the company operation. Based on those three factors, this research aims to find a method to resolve the problem. One of the solutions offered is EVA, which is relatively new as an agency conflict method in Indonesia. The proxy variables on agency conflict are investment value and total asset turn over. The control variables are dividend payout ratio and leverage. To analyze the problem paired t test and linear regression test were used on 100 companies with best EVA performance based on SWA magazine version 2002-2005. There are two research questions that being addressed in this research. First, if there are any differences in agency conflict between companies that apply EVA in the compensation system or having positive EVA with companies that having negative EVA. Second, to analyze if EVA is able to explain the influences of control variables on agency conflict potential. The research finds that companies with positive EVA tend to have lower agency conflict, and EVA can be used to moderate control variable to explain its influence on dependent variable or agency conflict potential. keywords : EVA, new investment, total asset turn over, dividend payout ratio, leverage, SWA magazine, agency conflict

Kata Kunci : EVA; Konflik Keagenan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.