Analysis Of Strategic Flexibility As A Way To Resolve The Strategy Paradox: A Case Of PT. BNI Life Insurance
WIDATI, ENDAH (Adv.: Hani Handoko, Dr., M.B.A.), Hani Handoko, Dr., M.B.A.
Selama berdekade, lingkung bisnis telah berubah secara dramatis dan dipengaruhi oleh perubahan faktor lingkungan. Adanya tingkat perbedaan karakteristik turbulensi lingkungan, seperti kompleksitas aktivitas, keakraban aktivitas, kecepatan perubahan dan visibilitas akan masa depan, akan menciptakan lanskap baru persaingan bisnis yang kompetitif bagi semua perusahaan di industri apapun. Turbulensi lingkungna juga ditandai oleh dinamika, kompleksitas dan tidak dapat diramalkannya perubahan lingkungan bisnis. Dalam kondisi semacam itu, sebuah perusahaan akan sulit untuk beradaptasi dan cocok dengan perubahaan lingkungan. Didalam lingkungna yang penuh gejolak, perusahaan dituntut untuk dapat memiliki kemampuan adaptasi. Banyak peneliti berpendapat bahwa dalam lingkungan yang penuh gejolak, sebuah perusahaan tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi tetapi juga kemampuan fleksibel baik secara structural, operasional dan strategis. Perubahan lingkungan bisnis yang cepat memberikan hasil tak terduga bagi para manajer terhadap strategi yang dipilih atau komitmen terhadap strategi. Perbedaan atas komitmen dan ketidakpastian strategi menyebabkan apa yang Raynor (2007) sebut sebagai strategi paradoks. Setiap perusahaan dapat menjadi korban strategi paradoks jika mereka tidak dapat menyelaraskan strategi mereka dengan perubahan lingkungan bisnis. Raynor (2007) menunjukkan bahwa salah satu cara untuk menyelesaikan strategi paradoks adalah dengan menerapkan fleksibilitas strategis dalam hal tindakan ex ante (tindakan proaktif). Salah satu industry di Indonesia yang juga mengalami lingkungan yang bergejolak yakni industri asuransi. Studi ini menelity dan menyelidiki flexibilitas strategi sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan paradoks strategi pada PT BNI Life Insurance. Kajian ini merupakan studi deskripsi analisis dengen BNI Life Insurance sebagai subjek perusahaan. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini mengunakan wawacara mendalam secara individual dan survei. Hal ini dilakukan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan wawancara terstruktur dan kuestioner terstruktur yang dibagikan kepada tim manajemen yang dikategorikan sebagai manajer yang sangat terlibat dalam proses baik perencanaan strategi maupun operasional perusahaan. Pada akhirnya, penelitian ini menemukan bahwa BNI Life Insurance ada di lingkungan bisnis dengan dinamika yang tinggi dan kompleksitas yang tinggi tetapi masih dapat dikontrol. BNI Life menerapkan ex post aktifitas sebagai tindakan dalam rangka menjaga performanya dan pangsa pasar yang dimiliki. Mereka memiliki daya serap akan pengetahuan tetapi belum mencapai ambidextrousness, perubahan yang berkesinambungan. Dimasa depan, kurangnya kemampuan strategi fleksibilitas dan kurang fleksibel dalam bidang fungsional perusahaan akan mengakibatkan BNI Life menjadi korban strategi paradoks.
Over decades, the business environment has changed dramatically and is affected by the changing of environmental factors. The difference level of environmental turbulence characteristics, such as complexity of event, familiarity of event, rapidity of change and visibility of future, will create new business competitive landscape for all companies at any industries. Environmental turbulence is also marked by dynamics, complexity and unpredictability in business environment. In sort of conditions, a company will be difficult to adapt and fit with the environmental changes. In a turbulent environment, a company is demanded to be able to have adaptive ability. Many researchers argue that in a turbulent environme nt, a company is not only demanded for having adaptive ability but also flexible ability either structural, operational and strategic. The fast pace of environmental changes give managers unpredictable outcomes of their strategic chooses or strategic commitment. This collision of strategic commitment and strategic uncertainty is causing what Raynor (2007)named as the strategy paradox. And every company can be a victim of strategy paradox if they cannot align their strategy with the environmental changes. Raynor (2007) pointed out that one of the ways to resolve strategy paradox is by implementing strategic flexibility in term of ex ante action (proactive actions). One of the industries in Indonesia that also experience the turbulent environment is insuranc e industry. This study examines and investigates the strategic flexibility as a way to resolve strategy paradox at PT BNI Life Insurance. This study is an analytical descriptive study with BNI Life Insurance as a subject company. In collecting the data, this study uses individual depth interviews and surveys. It is conducted base on structured interview questions and structured questionnaires that distribute to the top management team who is highly involved in company operation and has good understanding of strategic planning process of a company. Ultimately, this study finds that BNI Life Insurance exists in high dynamics business environment with high complexity but still controllable. BNI Life implement ex post action in order to maintain its performance and market share. They possess absorptive capacity, but not yet achieve ambidextrousness and continuous morphing ability. In the future, possessing less strategic flexibility capabilities and less flexible in functional areas will lead BNI Life becomes victims of strategy paradox.
Kata Kunci : strategic flexibility, strategy paradox, basic dynamic capabilities, absorptive capacity, ambidextrousness, continuous morphing, learning organization and environmental turbulence, strategis fleksibilitas, strategi paradoks, dasar kemampuan dinamis, daya