PENGARUH AKRUAL, BEBAN PAJAK TANGGUHAN DAN RASIO MILLER TERHADAP MANAJEMEN LABA
WICAKSONO, DWI HERMAWAN , Dr. Eko Suwardi, M.Sc
Informasi laba merupakan perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen. Informasi laba, juga membantu pemilik atau pihak lain dalam menaksir earning power perusahaan di masa yang akan datang. Hal tersebut tersebut mendorong manajemen untuk membuat laporan keuangan yang "cantik" meskipun terkadang hal tersebut bertentangan dengan tujuan perusahaan. Tindakan perekayasaan laba demi tujuan tertentu, membuat banyak penelitian dilakukan. Beberapa penelitian yang ada, menggunakan akrual untuk menjelaskan perilaku Manajemen Laba. Peneliti mencoba menganalisis model alternatif untuk menjelaskan fenomena tersebut, menggunakan beban pajak tangguhan dan Rasio Miller.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris apakah Beban Pajak Tangguhan dan Rasio Miller dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena manajemen laba sebaik akrual. Menggunakan distribusi pendapatan, penelitian dilakukan terhadap tindakan manajemen laba untuk menghindari pelaporan penurunan laba dan pelaporan kerugian.
Populasi penelitian adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama kurun waktu 2004-2007. Sampel yang diambil adalah perusahaan dengan nilai distribusi pendapatan -0,1 sampai 0,1 untuk manajemen laba guna mencegah pelaporan penurunan laba (EM1) serta nilai distribusi pendapatan -0,02 sampai 0,02 untuk manajemen laba guna mencegah pelaporan kerugian (EM2) Analisis dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik.
Dari hasil pengujian, beban pajak tangguhan mampu menjelaskan fenomena manajemen laba untuk mencegah pelaporan penurunan laba (EM1) dan mencegah pelaporan rugi (EM2) lebih baik daripada akrual. Akrual lebih baik daripada Rasio Miller dalam menjelaskan fenomena manajemen laba untuk mencegah pelaporan penurunan laba (EM1) sedangkan Rasio Miller lebih baik daripada akrual dalam menjelaskan terjadinya manajemen laba untuk mencegah pelaporan kerugian (EM2) Penelitian ini dapat digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam mendeteksi tindakan manajemen laba yang dilakukan oleh Wajib Pajak sebagai titik awal untuk tindakan pemeriksaan pajak.
Kata Kunci : manajemen laba, distribusi pendapatan, akrual, beban pajak tangguhan, rasio miller