Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Pendapatan dan Pendidikan terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Regresi Linier Data Panel

WICAKSONO, ABURIZAL (Adv.: Andreas Budi Purnomo, Drs., M.A.), Andreas Budi Purnomo, Drs., M.A.

2015 | Skripsi | S1 Economics

Konsumsi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam upaya memenuhi kebutuhan dasarnya. Pada rumah tangga, pengeluaran konsumsi merupakan suatu pengeluaran yang dipergunakan untuk tujuan konsumsi murni dimana mereka bertindak sebagai konsumen akhir dari segala barang dan jasa yang tersedia. Berdasarkan data dari BPS mengenai pendapatan domestik bruto dengan harga konstan tahun 2000, pada tahun 2008 hingga tahun 2013 pengeluaran konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi paling besar dibandingkan komponen lainnya (konsumsi pemerintah, investasi serta ekspor–impor barang dan jasa). Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya hampir setiap tahun mencatat pertumbuhan positif pada pendapatan domestik regional bruto, melalui Susenas pada tahun 2012 yang diadakan oleh BPS mencatatkan bahwa pengeluaran non makanan memiliki persentase sebesar 52.44 persen di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Meningkatnya pendapatan dan kesadaran akan pentingnya pendidikan menjadi acuan penelitian skripsi ini dengan data tahun 2006 hingga tahun 2011 mengenai Analisis Pengaruh Pendapatan dan Pendidikan Terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan Regresi Data Panel.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini untuk konsumsi diperoleh dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menggunakan data pengeluaran per kapita, pendapatan diperoleh dari pendapatan domestik bruto dengan harga dasar konstan tahun 2000, untuk pendidikan diperoleh dari IPM dengan menggunakan rata–rata lama sekolah dalam satuan tahun. Dengan menggunakan analisis regresi linier data panel diperoleh hasil bahwa variabel pendapatan maupun pendidikan baik secara individu maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Consumption is something that activities carried out by a person in an effort to meet their basic needs. In the household consumption expenditure is an expenditure that is used purely for the purpose of consumption in which they act as the ultimate consumer of all the goods and services available. Based on data from BPS on gross domestic product in constant prices in 2000, in the year 2008 to the year 2013 it appears that household consumption contributed the most compared to the other components (government consumption, investment and exports-imports of goods and services). Yogyakarta Special Region which consists of 4 district and 1 municipality almost every year positive growth in gross regional domestic product, through economic survey in 2012 conducted by BPS noted that the non-food expenditure has a percentage of 52.44 per cent in the province Yogyakarta. Increased revenue and awareness of the importance of education to make reference of this thesis research with data for 2006 through 2011 regarding Income and Education Influence Analysis Against Household Consumption in Yogyakarta Province Using Panel Data Regression. The variables used in this study for consumption obtained from the Human Development Index (HDI) by using data on expenditures per capita, income derived from the gross domestic product in 2000 constant basic prices, then to education obtained by using the average of the HDI-the average length of school in terms of years. By using panel data regression analysis result that income and education variables both individually and simultaneously very significant effect on household consumption.

Kata Kunci : consumption, household, education, income, panel data, regional gross domestic income, Konsumsi, rumah tangga, pendidikan, pendapatan, data panel , pendapatan domestik regional bruto.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.