Implikasi Konservatisme Dalam Hubungan Laba-Return dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi : Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta Periode Tahun 1995-1996
WIBOWO, JOKO (Adv.: Masud Machfoedz, Prof.Dr., M.B.A.), Masud Machfoedz, Prof.Dr., M.B.A.
Penelitian atas manfaat informasi laba dapat dilakukan dengan menguji hubungan laba-return. Meski ditemukan bukti empiris manfaat informasi laba bagi investor, akan tetapi manfaat informasi laba sangat rendah. Bebarapa ketentuan dalam akuntansi seperti, obyektifitas, verifiabilitas, dan/atau konservatisme membuat laba mengalami lack of timeliness sehingga manfaat informasi laba menjadi rendah. Konservatisme yang diinterpretasikan sebagai kecenderungan akuntan menggunakan tingkat verifikasi yang lebih tinggi untuk mengakui Good News sebagai keuntungan dibanding mengakui Bad News sebagai kerugian membuat informasi laba lebih sensitif terhadap Bad News dibanding terhadap Good News. Perbedaan sensitifitas ini mengakibatkan informasi laba mengalami asymmetric timeliness, yang mana timeliness informasi laba dalam mencerminkan Bad News lebih tinggi dibanding dalam mencerminkan Good News. Penelitian terhadap 58 perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Jakarta tahun 1995-1996, dengan meregresi laba per lembar saham pada cumulative abnormal return diperoleh bukti hubungan laba-return merupakan hubungan positif sesuai dengan teori maupun bukti-bukti empiris mengenai hubungan laba-return. Hubungan positif tersebut konsisten pula, baik pada periode Bad News maupun Good News. Sehingga diperoleh bukti informasi laba bermanfaat bagi investor. Berdasarkan analisis perbandingan timeliness informasi laba, diperoleh bukti timeliness informasi laba dalam mencerminkan Bad News 5,26 kali lebih tinggi dari timeliness informasi laba dalam mencerminkan Good News. Sementara analisis perbandingan sensitifitas laba terhadap Bad News dan Good News dengan menggunakan model regresi piecewise untuk mengontrol perbedaan Bad News dan Good News, menunjukkan bukti sensitifitas informasi laba terhadap Bad News 2,75 kali lebih tinggi dari sensitifitas laba terhadap Good News. Analisis dengan menambahkan variabel struktur kepemilikan, struktur modal dan ukuran perusahaan sebagai proksi information asymmetry, contracting cost, sensitifitas pada political cost dalam model regresi piecewise menunjukkan hasil struktur modal berpengaruh signifikan terhadap konservatisme laba, sedangkan struktur kepemilikan dan ukuran perusahaan tidak. Perbandingan timeliness laba dengan arus kas menunjukkan hash timeliness laba lebih tinggi dari arus kas, baik dengan mengabaikan perbedaan periode Bad News dan Good News maupun pada masing-masing periode. Diperoleh pula bukti perbedaan timeliness laba dengan arus kas pada periode Bad News lebih tinggi disbanding pada periode Good News. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bukti terjadi konservatisme laba dalam praktik pelaporan keuangan di Bursa Efek Jakarta. Meskipun, diperoleh pula bukti tambahan yang menunjukkan konservatisme laba masih dalam tingkat yang rendah oleh karena masih terdapat sebagian Bad News periode sebelumnya yang diakui sebagai kerugian pada periode sekarang.
Usefulness of earnings information could been studied by examining return-earnings relations. Although, there are empirical evident of usefulness of earnings information, but its very trivial. Accounting conventions such as objectivity, verifiability, and/or conservatism results a lack of timeliness on earnings information, so its usefulness very trivial. Conservatism that interpreted as accountants tendency to use higher degree of verification to recognize good news as gains than recognize bad news as losses make earnings more sensitivity to bad news than good news. This difference of sensitivity result asymmetric timeliness, which earnings more timely in reflecting publicly available bad news than good news. Using 56 manufacturing firms that listed in Jakarta Stock Exchange, 1995- 1996 period, and by regressing earnings per share on cumulative abnormal
returns. We got positive return-earnings relations that agree with both theory and prior empirical evident, and consistent for both bad news and good news period. We concluded that earnings information was useful to investors. Using piecewise regression model, we also found timeliness of earning to reflect bad news 5,26 times higher than timeliness of earning to reflect good news, while analysis of earnings sensitivity to bad news is 2,75 times higher than good news. Adding ownership structure, capital structure, and firm size that used as proxy for information asymmetry, contracting cost, and sensitivity to political cost into piecewise regression model, showed that capital structure had significant effect to earnings conservatism. However, neither ownership structure nor firms size. Analysis of the timeliness difference between earnings and cash flows showed that timeliness of earnings higher than cash flows. This result is consistent, both in bad news and good news period. As a whole, the research result showed earnings conservatism in financial reporting practice in Jakarta Stock Exchange. However, additional evident showed that earnings conservatism still low because there is a part of previous period bad news that recognized as losses in current period.
Kata Kunci : conservatism, bad news, good news, timeliness, and sensitivity.