Laporkan Masalah

Pengaruh Dana Pertimbangan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/kota di Jawa Tahun 2007-2009

WENNY PRATIWI (pembimbing: Indra Bastian, Prof., Dr., M.B.A.), Indra Bastian, Prof., Dr., M.B.A.

2010 | Skripsi | S1 Extention - Accounting

Pelaksanaan desentralisasi fiskal di Indonesia dilakukan sebagai satu langkah dalam memberikan otonomi yang lebih luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada pemerintah daerah. Penerapan desentralisasi dalam bentuk perimbangan keuangan ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian daerah terutama dalam bidang pengeluaran dan penerimaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh komponen-komponen dana perimbangan terhadap pendapatan asli daerah. Komponen dana perimbangan yang digunakan meliputi dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil.

Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa realisasi APBD, pendapatan asli daerah, dana perimbangan yang terdiri dari dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil dari kabupaten/kota yang ada di pulau Jawa. Setiap belanja publik yang dibiayai dari penerimaan/pendapatan suatu daerah nantinya diharapkan dapat meningkatkan kembali pendapatan asli daerah yang bersangkutan melalui pungutan pajak dan retribusi daerah. Sebagai hasilnya, penelitian ini berhasil mendukung adanya pengaruh positif dana perimbangan melalui komponen DBH terhadap peningkatan pendapatan asli daerah, sementara DAU dan DAK kurang berpengaruh. Hal ini dapat dijelaskan karena DAU banyak dimanfaatkan untuk membiayai pengeluaran rutin terutama untuk belanja pegawai, dan DAK digunakan untuk proyek-proyek khusus.

Implementation of fiscal decentralization in Indonesia has been done as one way to give a greater, real, and responsible autonomy to local government. This step is expected to realize the local independency particularly in revenue and expenditure policies. This research is aimed to detect the influence of counter balanced fund elements on local original revenues. The elements of balanced fund that used in this research cover general allocation fund, special allocation fund, and revenue sharing fund.

This research uses secondary data: APBD realization, original income, counter balance fund (general allocation fund, special allocation fund, and revenue sharing fund) from municipalities and cities in Java. In every public expenditure which funded by original revenues hoped will reincrease the original revenue through local tax and retribution collection. This research proved significant positive influence of counter balance fund which trough revenue sharing fund in increasing original revenues. While general allocation fund and special allocation fund less effect. It shows that general allocation fund mostly used to funding the routin expenditures especially employers salary. While special allocation fund is used to only funding certain projects.

Kata Kunci : counter balanced fund, general allocation fund, special allocation fund, revenue sharing fund, and original income, fiscal decentralization, dana perimbangan, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil, pendapatan asli daerah, otonomi daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.