ANALISIS SEKTOR UNGGULAN UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DI PROPINSI IRIAN JAYA
WARYONO (Adv.Dr. Budiono Sri Handoko, M.A.), Dr. Budiono Sri Handoko, M.A.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi basis yang mempengaruhi struktur ekonomi di Propinsi Irian Jaya dalam kurun waktu 1993-1997. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri atas PDRB Propinsi Irian Jaya dan PDB nasional yang diperoleh dan Biro Pusat Statistik dan Kantor Statistik Irian Jaya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah location quotient, shift-share klasik, dan modifikasi Estaban-Marquillas. Dilengkapi
dengan metode analisis tipologi Klassen; untuk menetapkan skala prioritas kebijaksanaan pembangunan kawasan, dalam upaya mengurangi terjadinya kesenjangan pembangunan antar daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa sektor ekonomi yang dapat dikatagorikan sebagai sektor basis karena keunggulan kompetitif,spesialisasi/alokasi dan didukung oleh potensi
sumberdaya alam daerah, yaitu; pertanian dan pertambangan. Sektorsektor lain yang dapat dijadikan penunjang sektor basis karena keunggulan kompetitifnya antara lain; industri, keuangan dan jasa-jasa, sedangkan yang mempunyai keunggulan spesialisasi/alokasinya antara lain; listrik, perdagangan dan transportasi. Sektor yang mempunyai
pengaruh dominan terhadap struktur ekonomi dan pergeserannya di Propinsi Irian Jaya terutama adalah pertanian dan pertambangan. Namun dipengaruhi juga oleh sektor-sektor lainnya seperti; keuangan, jasa-jasa
dan industri. Sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas pembangunan di Propinsi Irian Jaya yaitu; pertambangan, pertanian, jasa-jasa,transportasi dan perdagangan, pada hakikatnya sejalan dengan sektorsektor
unggulan kabupaten/kotamadya.Dari hasil analisis tipologi Klassen menunjukkan bahwa sebagian besar kabupaten/kotamadya di Propinsi Irian Jaya adalah merupakan
daerah-daerah yang relatif tertinggal, dan hanya dua kabupaten yaitu Fak-Fak termasuk kategori daerah maju tumbuh cepat dan Sorong sebagai daerah maju tapi tertekan. Dengan mengeluarkan nilai PDRB subsektor pertambangan non-migas dari Fak-Fak, terdapat perubahan kategori di mana Sorong meningkat menjadi daerah maju dan tumbuh
cepat; Manokwari dan Kodya Jayapura menjadi daerah maju tapi tertekan, Merauke meningkat menjadi daerah berkembang cepat serta kabupaten lainnya tetap sebagai daerah yang relatif tertinggal. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan corak pertumbuhan ekonomi antar daerah di Propinsi Irian Jaya. Untuk itu dalam pembangunan daerah
haruslah mempertimbangkan skala prioritas dalam menetapkan kebijakan pembangunan kawasan, terutama ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing kabupaten/kotamadya di Irian Jaya.
The aim of the research is to identify the basic sectors of economic influencing on the economic structure of the Irian Jaya Province in the periods of 1993-1997. The data used in this research were secondary data consists of the Irian Jaya Province's PDRB and the National PDB, obtained from the Central Bureau of Statistics and the Statistics Office in Irian Jaya. Analysis method used in this research were location quotient, classical shift-share analysis and modified Estaban-Marquillas of the shiftshare
analaysis and the Klassen typology was added to difine the priorities of the development policies of the region in Irian Jaya Province. The results of analysis show that there are several economic sectors that can be categorized as a basic sectors due to its competitive edge, specialized allocation and supported by the available natural resources were; agriculture and mining. The other sectors that can be supporting basic sectors, due to its competitive adges were; industry, finance, and services; while other which have speciallized allocation edges
were; electricity, trade and transportation. Sectors which have dominant influence to the economic structure and its shift in Irian Jaya Province,especially agriculture and mining also influenced by other sectors like finance. srevices and industry. The dominant sectors that had become
developmental priorities in Irian Jaya Propvince are mining, agriculture,services, transportation and trade, were the some as the regency/municipal as dominant sectors.
The analiysis using the Klassen typology showes that the majority of the regencies/municipal of Irian Jaya Province are still relatively underdeveloped, and only two districts namely Fak-Fak and Sorong could be categorized as advanced. In PDRB value from subsector of mining
excluded from Fak-Fak PDRB, there were changes of the region category where Sorong increase to be advanced region, meanwhile Manokwari and municipal of Jayapura increase to be the developed region but dipressed
Merauke increase as rapid growth region. The others regencies still categorized as underdeveloped region. Thus, in defining the regional development policies, priority scales had to be established, especially to
increase the economic growth among regencies/municipal in Irian Jaya Province.
Kata Kunci : sektor unggulan, pembangunan, Propinsi Irian Jaya