Analisis Pengaruh Kualitas Laba Dan Luas Pengungkapan Sukarela Pada Laporan Tahunan Terhadap Biaya Modal Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
WARDHANI, TIKA SETYA (Adv.: Supriyadi, Dr., S.Sc.), Supriyadi, Dr., S.Sc.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh luas pengungkapan sukarela pada laporan tahunan terhadap biaya modal saham yang ditanggung perusahaan, dengan memperhatikan bahwa kualitas laba merupakan faktor pengendali dalam hubungan antara luas pengungkapan sukarela terhadap biaya modal saham. Kualitas laba diproksikan dengan nilai absolut dari accruals quality (AbsAQ) yang diukur menggunakan model Dechow dan Dichev (2002) yang telah dimodifikasi. Luas pengungkapan sukarela direpresentasikan oleh indeks pengungkapan sukarela (VDISC_IDX) yang dikembangkan dari daftar pengungkapan Botosan (1997) yang disesuaikan dengan regulasi BAPEPAM. Sementara biaya modal saham diukur dengan menggunakan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM). Di samping itu, penelitian ini juga menggunakan beberapa variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan, kompleksitas bisnis, dan kinerja perusahaan.
Sampel penelitian terdiri dari 81 perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010/2011. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Analisis hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik tanpa ataupun dengan dimasukkannya kualitas laba sebagai pengendali, luas pengungkapan sukarela memiliki pengaruh negatif terhadap biaya modal saham. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dimasukkannya kualitas laba sebagai pengendali dapat dikatakan tidak memiliki efek dalam hubungan luas pengungkapan sukarela terhadap biaya modal saham. Hasil tersebut mungkin berkaitan dengan hasil pengujian hipotesis pertama bahwa kualitas laba tidak terbukti secara statistis pada tingkat α 0,05 memiliki pengaruh terhadap luas pengungkapan sukarela.
This study aims to examine the influence of the extent of voluntary disclosure on annual report toward cost of equity capital covered by the company, but noting that earnings quality is a controlling factor in the relationship between the extent of voluntary disclosure to the cost of equity capital. Earnings quality was proxied with the absolute value of accruals quality (AbsAQ) measured using modified Dechow and Dichev model (2002). The extent of voluntary disclosure was represented by voluntary disclosure index (VDISC_IDX) which was developed from Botosan disclosures list (1997) adjusted to BAPEPAM regulation. While cost of equity capital (CoEC) was estimated using Capital Asset Pricing Model (CAPM). In addition, this study also used several control variables consisted of firm size, firm growth, complexity of business, and firm performance.
The research sample consisted of 81 manufacturing companies which are listed in Indonesia Stock Exchange in the period 2010/2011. The sample was selected using purposive sampling method. The analysis of hypotheses was conducted using multiple linear regression analysis.
The results showed that either without or with the inclusion of earnings quality as controlling, the extent of voluntary disclosure is negatively associated with cost of equity capital. The results indicated that the inclusion of earnings quality as controlling does not have impact in the relationship between the extent of voluntary disclosure to the cost of equity capital. It was possibly associated with the result of first hypothesis test that earnings quality is not statistically supported at α 0,05 to have influence on the extent of voluntary disclosure.
Kata Kunci : kualitas laba, kualitas akrual, pengungkapan sukarela, biaya modal saham, earnings quality, accruals quality, voluntary disclosure, cost of equity capital, Capital Asset Pricing Model (CAPM).