Pengaruh Kepemilikan Institusional Kepemilikan Manajerial terhadap Kinerja dan Konflik Keagenan
Wardhana, Leo Indra, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A.
2008 | Skripsi | S1 Management
Penelitian ini meneliti tentang struktur kepemilikan untuk perusahaan nonkeuangan di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta untuk periode 2000-2006. Teort keagenan berargumen bahwa struktur kepemilikan dapat mengendalikan konflik keagenan. Meskipun demikian, struktur kepemilikan perusahaan memiliki dua argumen k Jakarta untuk periode 2000-2006. Teort keagenan berargumen bahwa struktur kepemilikan dapat mengendalikan konflik keagenan. Meskipun demikian, struktur kepemilikan perusahaan memiliki dua argumen yang berbeda, yaitu argumen entrenchment dan argumen kovergensi. Keunikan struktur kepemilikan yang berbeda, yaitu argumen entrenchment dan argumen kovergensi. Keunikan struktur kepemilikan di Indonesia yang didominasi oleh di Indonesia yang didominasi oleh kepemilikan institusional memotivasi peneliti untuk menguji dampaknya terhadap konflik keagenan. Penelitian ini berargumentasi bahwa semakin tinggi kepemilikan institusional, maka semakin kecil konflik keagenan (argumen konvergensi). Namun, pada titik tertentu kenaikan tersebut akan meningkatkan konflik keagenan (argumen entrenchment) karena pada kondisi kepemilikan institusional yang tiinggi maka konflik keagenan terjadi karenan kolaborasi manajemen dan institusional untuk melakukan perquisites atau tindakan-tindakan yang meruatau tindakan-tindakan yang merugikan bagi pemegang saham publik. Berdasarkan argumen entrenchment maka konflik keagenan akan lebih tinggi pada kondisi kepemilikan institusional tinggi. Senaliknya argument konvergensi bahwa konflik keagenan akan tinggi pada kondisi kepemilikan institusional rendah. Penelitian ini juga menguji pengaruh kepemilikan manajerial terhadap konflik keagenan yang diproksi dengan kinerja perusahaan.
Untuk menguji pengaruh kepemilikan institusional dan manajerial terhadap konflik keagenan, digunakan model efek random regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan non linear antara kepemilikan institusional dan konflik keagenan yang diproksi dengan menggunakan rasio kinerja perusahaan, tetapi tidak sesuai dengan apa yang dihipotesiskan. Hasil penelitian ini mengindikasikan dukungan terhadap argumen konvergensi. Semakin tinggi kepemilikan institusional, semakin tinggi kinerja perusahaan dan semakin rendah konflik keagenan. Hasil lain menunjukkan bahawa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kinerja atau konflik keagenan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa asset utility secara statistik lebih baik dibanding Tobin's q dan expense ratio sebagai proksi untuk konflik keagenan. Kata kunci: Kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, argumenn entrenchment, argument konvergensi, Tobin's q, asset utility, expense ratio.
The research investigates ownership structure in Indonesia for non financial firms listed on the Jakarta Stock Exchange for period 2002-2006. Agency theory argues that ownership structure will provoke the agency problems. However, the impact of firm's ownership brings two different arguments which are entrenchment argument and convergence argument. The uniqueness of characteristic of ownership structure in Indonesia dominated by large institutional ownership motivated researcher to examine the impact and their relationship to agency conflict.
The study argues that high level of institutional ownership will boost the agency problems between institutional and management against public shareholders. High level of institutional ownership will collaborate with management to harm firm value in expense of public shareholders wealth. Low level of institutional ownership will boost the agency problems between institutional ownership and public shareholders against management. Entrenchment hypothesis argues that the conflict will be higher in high level of institutional ownership than low level of internal institutional ownership. In the other hand, convergence hypothesis provides contra argument that the conflict will be lower in high level of institutional ownership than low level of institutional ownership. Therefore the study argues that non linear relation between agency conflict which is measured by firm's performance ratios and institutional ownership exist. The study also examines the effect of managerial ownership to agency conflict measured by firm's performance ratios. To examine the effect of institutional and managerial ownership, random effect model of panel data regression is used. The result indicates that convergence argument exists. The higher institutional ownership the better the performance of the firm and the lower agency conflict occurred. However, there is no support for managerial ownership affecting agency conflict. Nevertheless, the result also suggests that asset utility is statistically Tobin's q or expense ratio. Key words: Institutional ownership, managerial ownership, agency theory, entrenchment argument, convergence argument, Tobin's q, asset utility, expense ratio.
Kata Kunci : Kepemilikan Institusional; Kepemilikan Manajerial; Kinerja Keagenan; Konflik Keagenan