Analisis uji hipotesis komplementaritas McKinnon terhadap liberalisasi keuangan di Indonesia periode 1970 - 2003: pendekatan vector error correction model
Wardhana, Dharendra (pembimbing: Tri Widodo, SE., Ec., Dev), Tri Widodo, SE., Ec., Dev
2014 | Skripsi | S1 Economics
Liberalisasi keuangan bukan merupakan sesuatu yang baru terutama bagi Indonesia yang pernah melaksanakannya dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian dunia dan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi perekonomian nasional. Tidak seperti teori ekonomi pada umumnya, hipotesis komplementaritas McKinnon menyatakan bahwa hubungan antara uang dan capital adalah bersifat komplemen berarti bahwa semakin tinggi tingkat bunga riil akan meningkatkan permintaan uang sehingga akan meningkatkan ketersediaan dana untuk investasi yang akan memicu tingkat investasiyang lebih tinggi.
Penelitian dengan metode Vector Error Correction Model (VECM) ini menguji kebenaran hipotesis tersebut dengan objek fenomena deregulasi perbankan dan liberalisasi keuangan di Indonesia beserta implikasinya terhadappembangunan ekonomi di Indonesia. Penelitian yang disertai dengan pengujian perubahan struktural pada 1983 dan 1997 menunjukkan bahwa fenomena keberhasilan liberalisasi keuangan yang tercermin dalam hipotesis McKinnon tersebut tidak terbukti dalam perekonomian pada jangka panjang. Implikasi kebyakan dari penelitian ini adalah bahwa analisis mengenai pelaksanaan liberalisasi keuangan di Indonesia perlu ditinjau lebih menyeluruh dalam
peningkatan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.
Financial liberalization is not a new term for Indonesia which has experienced it several times to adjust with world's economy and to encounter external factors influencing national economy. Unlike usual economic theorem, McKinnon's complementarity hypothesis offers the fact that the relationship between money and capital is complementary, it states that the higher is the real rate of interest the higher will be the demand for money, so that it will increase the loanable funds for investment and induce for the higher rate of investment.
This research is to employ Vector Error Correction Model (VECM) and is aimed to test the hypothesis' validity in line with banking deregulation and financial liberalization which were performed in Indonesia altogether with its implications in economic development. Furthermore, testing with structural break in 1983 and 1997 to coincide with financial liberalization in Indonesia suggests that this reform does not really prove and substantiate the hypothesis. The policy implication is that further analysis concerning financial liberalization in Indonesia is required in more thorough and deeper ways to enhance economic growth and economic development.
Kata Kunci : Liberalisasi Keuangan, Hipotesis komplementaris, VECM, Financial liberalization, complementarity hypothesis.