Preferensi muslim terhadap lembaga amil zakat: studi kasus rumah zakat Indonesia DSUQ dan PKPU
Wardani, Dyah Titis Kusuma, Catur Sugiyanto,Dr. MA
2006 | Skripsi | S1 Economics
Informasi mengenai karakteristik dan perilaku muslim sangat sebagai salah satu upaya strategis pengembangan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Bagaimana karakteristik dan perilaku muslim tersebut? Faktor-faktor apakah yang mendorong muslim untuk membayar zakat di LAZ?
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi muslim terhadap LAZ dan perbedaan pengaruh faktor¬-faktor tersebut khususnya dalam kasus RZI DSUQ dan PKPU. Metode analisis faktor dipilih untuk tujuan pertama, sementara analisis regresi dengan metode ordinary least square digunakan untuk tujuan kedua.
Penelitian ini bersifat exploratory research (qualitative). Peneliti menggali secara mandiri variabel-variabel yang mempengaruhi preferensi muslim dalam memilih LAZ karena penelitian ini tidak didasarkan pada teori atau penelitian sebelumnya. Pemilihan variabel-variabel yang layak masuk dalam analisis faktor didasarkan pada Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak LAZ baik itu RZI DSUQ dan PKPu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membayar di LAZ, muslim dipengaruhi oleh faktor pelayanan, dimana pertimbangan membayar di LAZ karena: program-programnya bagus, birokrasi yang singkat, pelayanan yang cepat, fasilitas yang lengkap, adanya sistem jemput bola ke donatur dalam pengumpulan zakat, dan fasilitas online. Faktor sistem, dimana dalam hal ini pertimbangan membayar di LAZ karena: adanya transparansi sistem akuntansi dan manajemen keuangan serta laporan keuangan yang diaudit, memiliki komite penyaluran yang bersifat transparan, administrasi dan pelaporannya lengkap, netralitas (ketidakberpihakan LAZ kepada suatu kepentingan apapun (misal:suku, golongan dan lain-lain). Faktor agamis, yakni kepahaman muslim akan syariah yang direpresentasikan dalam kualitas ibadah seperti menjalankan sholat sunnah rawatib (yang merupakan ibadah yang melengkapi ibadah sholat wajib), serta dalam muamalahnya ditunjukkan melalui "keberpihakan" muslim terhadap LAZ yang memiliki afiliasi terhadap pihak tertentu (misal: NGO, parpol, LSM, kelompok pergerakan Islam tertentu). Serta faktor motivasi pihak luar, seperti dorongan orang tua, saudara, ternan, pegawai LAZ, dan ulama
Kata Kunci : faktor pelayanan, faktor sistem, faktor motivasi, faktor agamis, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).