Permasalahan atas privasi informasi di organisasi (studi empiris di Yogyakarta)
WALLYANSYAH, Drs. Sumiyana, M.Si,Ak
Privasi informasi merupakan salah satu isu etika yang sangat penting di era informasi saat ini. Informasi personal yang dikumpulkan oleh perusahaan selain dapat digunakan untuk menyediakan pelayanan secara personal dan manfaat lain bagi para konsumen dapat juga menjadi ancaman yang serius terhadap privasi jika tidak ditangani sebagaimana semestinya. Hasil jajak pendapat umum menunjukkkan meningkatnya keprihatinan masyarakat atas praktik organisasi yang terkait dengan privasi informasi mereka. Meningkatnya keprihatinan atas privasi informasi diikuti dengan meningkatnya pula penelitian terhadap isu yang terkait dengan privasi informasi. Penelitian-penelitian tersebut secara nyata menunjukkan adanya keterkaitan yang tidak terpisahkan antara persepsi individu, respon sosial dan praktik organisasi.
Penelitian ini menguji model Concern For Information Privacy (CFIP) yang dikembangkan oleh H. Jeff Smith dkk (1996) Model CFIP terdiri atas empat dimensi, yaitu pengumpulan, kesalahan, penggunaan yang tidak berwenang oleh pihak kedua dan akses yang tidak benar. Keempat dimensi ini kemudian diujikan dan dikaitkan dengan perasaan percaya dan resiko juga intensi perilaku sebagai dimensi yang dipengaruhi oleh CFIP.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model CFIP tidak selalu sesuai diterapkan pada kondisi dan situasi yang berbeda. Penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa permasalahan privasi informasi individu di Indonesia khususnya penggunaan yang tidak berwenang oleh pihak kedua dan akses yang tidak benar mempengaruhi perasaan percaya dan perasaan resiko terkait dengan intensi perilaku.. Artinya, individu di Indonesia akan memberikan informasi personalnya tanpa mempertimbangkan perasaan khawatir mereka atas ancaman atau potensi yang akan merugikan mereka.
Privacy of information is one of the ethical issues that are important in the current era of information. Personal information collected by companies other than can be used to provide personal service and other benefits for consumers could also become a serious threat to privacy if not handled as it should. The results of public opinion polls show increasing public concern over organizational practices relating to privacy of their information. Increasing concern over the privacy of information is also accompanied by increased research on issues related to privacy of information. These studies clearly indicate an inseparable link between individual perceptions, social response and organizational practice.
This study tested a model for Information Privacy Concern (CFIP) which was developed by H. Jeff Smith et al (1996) CFIP model consists of four dimensions, namely the collection, errors, unauthorized secondary use and improper access. The fourth dimension is then tested and was associated with a feeling of trust and risk as well as the dimensions of behavior intentions are influenced by CFIP.
The results of this study indicate that the model does not always match CFIP applied to conditions and different situations. This study can not prove that individual's information privacy problem in Indonesia, especially the unauthorized use by the second and improper access to affect the feeling and sense of trust associated with the risk of behavioral intention. That is, individuals in Indonesia will provide personal information without considering their feelings of worry or potential threats that will harm them.
Kata Kunci : privasi informasi, permasalahan privasi informasi, CFIP