HUBUNGAN KEPUASAN KERJA, KONFLIK PERAN, LOCUS OF CONTROL, JOB INSECURITY DAN KONSKUENSINYA DENGAN KEINGINAN BERPINDAH PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK
VINCE RATNAWATI (adv. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA), Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari variabel variabel personal dan organisasional terhadap keinginan berpindah. Secara spesifik penelitian ini ingin menguji pengaruh dari job insecurity, anteseden dari job insecurity yaitu kepuasan kerja, konflik peran, dan locus of control, serta konsekuensi dari job insecurity yaitu komitmen organisasi, terhadap keinginan berpindah.
Data pada penelitian ini dipero1eh melalui respon dari 98 staf akuntan pada Kantor Akuntan Publik terdafiar pada Directory IAI 1998 yang menjadi sampel. Kuesioner didisain sedemikian rupa untuk memperoleh data terhadap 6 variabel pada penelitian ini yaitu kepuasan kerja, konflik peran, locus of control, job insecurity, komitmen organisasional, dan keinginan berpindah.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan Model Persamaan Struktural (Structural Equation Modelling) dengan aplikasi dari Program Amos. Hasil analisis data menunjukkan bahwa konflik peran dan locus of control mempunyai hubungan yang
signifikan dengan keinginan berpindah. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa konflik peran dan locus of control merupakan anteseden dari job insecurity, dan komitmen
organisasional sebagai konsekuensinya. Alchirny, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi rnempunyai pengaruh yang potensial terhadap munculnya keinginan berpindah. Hasil analisis juga mengindikasikan bahwa kepuasan kerja secara langsung mempengaruhi komitmen organisasi, dan komitmen organisasi dan konflik peran secara langsung mempengaruhi keinginan berpindah. Dengan demikian usaha yang dila.kukan untuk mengurangi keinginan berpindah bisa dilakukan dengan mengurangi konflik peran dan job insecurity, serta mengarahkan pusat pengendalian kearah internal, dan meningkatkan komitmen organisasi
Kata Kunci : Anteseden, Job Insecurity, Konsekuensi Job Insecurity, Keinginan Berpindah, anditor Kantor Akuntan Publik