Strategic default dan credit spreads (studi empiris pada perusahaan non keuangan di bursa efek Indonesia)
VIDIANA, VAIDAH , Prof. Dr. Marwan Asri, MBA.
2009 | Tesis | S2 Management
Mengacu pada teori Strategic Debt Service yang diperkenalkan oleh Hart dan Moore pada tahun 1994, default risk pada obligasi tidak hanya diakibatkan karena liquidity default yaitu default perusahaan karena tidak memiliki cukup cash untuk melaksanakan kewajiban hutangnya, tetapi juga karena strategic default yang terjadi karena prilaku perusahaan yang tidak melaksanakan kontrak hutangnya bukan karena tidak memiliki cash untuk membayar hutang, tetapi karena mereka tidak mau melaksanakan kontrak hutangnya. Teori ini mengindikasikan bahwa adanya strategic default dapat menjadi salah satu hal yang dijadikan sebagai pertimbangan oleh investor untuk menentukan yield, dan pada akhirnya mempengaruhi credit spreads investor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah kemungkinan terjadinya strategic default telah diperhitungkan oleh investor yang tercermin melalui credit spreads.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode estimasi ordinary least square (OLS), dimana variabel dependen ialah credit spreads dan variabel independen adalah proksi dari bargaining power pemegang saham yaitu kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional, dan proksi dari kemungkinan terjadinya renegosiasi yaitu short term debt dan nominal of bond issues. Efek moderasi biaya likuidasi diuji dengan menggunakan proksi fixed asset.
Hasil pengujian berdasarkan data yang didapatkan dari perusahaan yang menerbitkan obligasi dan Bursa Efek Indonesia menunjukkan kemungkinan terjadinya strategic default telah diperhitungkan oleh investor. Adanya kemungkinan ini menjadikan hutang dianggap lebih berisiko sehingga investor akan meminta yield yang lebih tinggi. Peningkatan yield mengakibatkan credit spreads menjadi lebih besar. Adanya kemungkinan strategic default ini konsisten dengan teori strategic debt service.
Due to Strategic Debt Service introducing by Hart and Moore (1994), default risk in bond can happened in different condition, liquidity default, where the firms cash flows are insufficient to honor the debt contract, and strategic default, where the firms fails to pay the amount stipulated in the debt contract even though it possesses the resources to do so. This theories suggest that strategic default may be an important determinant on credit spreads beside liquidity default. This paper provides empirical study about threat of strategic default influence ex ante on credit spreads.
Hypotheses tested using the estimation of the ordinary least square (OLS) whereby credit spreads was dependent variable while possibility of strategic default was the independent variable include managerial ownership, institutional ownership, short term debt and nominal bond issue. We use liquidation cost as moderating variable.
Based on data that we obtained from company that Indonesia Stock Exchange and, analysis reveals that the threat of strategic default results in higher spreads. Credit spreads do appear to be affected by the possibility of renegotiation. This is consistent with strategic debt service theory introduced by Hart and Moore.
Kata Kunci : strategic default, credit spreads, yield.