Laporkan Masalah

Hubungan antara Persepsi Pengelola Akademik Tentang Faktor-Faktor Kritis Total Quality Management Pendidikan Tinggi dan Pengintregrasiannya ke dalam Kurikulum

Veronica Kusdiartini (Adv: Dr. Harsono, M.Sc.), Dr. Harsono, M.Sc.

1998 | Tesis | S2 Management

Tahap pendidikan tinggi merupakan tahap pendidikan formal terakhir yang mendidik seseorang siap menjadi profesional dalam bidang keahlian tertentu yang diperlukan oleh dunia kerja. Adapun kondisi dunia kerja senantiasa berubah secara dinamis dari waktu ke waktu. Oleh karena itu menjadi suatu keharusan bagi perguruan tinggi untuk terus menerus mencermati berbagai perkembangan dunia kerja, sehingga perguruan tinggi tetap mampu memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan dunia kerja.





Dipilihnya topik penelitian yang berfokus pada pengintegrasian faktor-faktor kritis Total Quality Management (TQM) ke dalam kurikulum pendidikan tinggi, dikarenakan ada kesan bahwa kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia kurang dinamis dan fleksibel di dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi di masyarakat. Hal ini mengakibatkan pendidikan tinggi terlibat selalu tertinggal dalam merespon tuntutan dari berbagai pihak yang menggunakan basil lulusannya.





Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara persepsi pengelola akademik tentang faktor-faktor kritis Total Quality Management (TQM) pendidikan tinggi dan pengintegrasiannya ke dalam kurikulum, serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara pengelola akademik yang telah dan yang belum mengidentifikasi customer dalam hubungannya dengan faktor-faktor kritis Total Quality Management (TQM) dan pengintegrasiannya ke dalam kurikulum. Data yang digunakan meliputi data primer dengan menggunakan responden pengelola akademik dari 8 PTS Strata D3 program studi teknik mesin industri dan teknik mesin di Kopertis wilayah VI Jawa Tengah dan data sekunder dari 8 PTS tersebut. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan studi pustaka. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang terdiri dari angket karakteristik responden serta faktor-faktor kritis TQM yang meliputi tekanan dari Iuar untuk mengadopsi TQM, identifikasi customer, kesadaran serta sikap terhadap prinsip-prinsip TQM, kontribusi TQM terhadap praktek manajemen, dan integrasi TQM ke dalam kurikulum.





Dengan menggunakan metode korelasi Pearson Product Moment diperoleh hasil adanya hubungan yang signifikan antara persepsi pengelola akademik tentang faktor-faktor kritis TQM pendidikan tinggi dan pengintegrasiannya ke dalam kurikulum. Adapun untuk penggunaan dengan metode chi-square menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengelola akademik yang telah dan yang belum mengidentifikasikan customer dalam bubungannya dengan tekanan dari luar untuk mengadopsi TQM. Sedang hasil selanjutnya menunjukkan tidak ada perbedaan antara pengelola akademik yang telah dan yang belum mengidentifikasikan customer dalam hubungannya dengan kesadaran serta sikap pengelola akademik terhadap prinsip TQM; dalam bubungannya dengan keyakinan pengelola akademik bahwa TQM memberikan suatu kontribusi baru dalam praktek manajemen; dan dalam hubungannya dengan keyakinan pengelola akademik bahwa TQM sedang diintegrasikan ke dalam kurikulum.

The high education stage is the final formal education stage that educate people in order to be ready to be professional in specific skills needed by the working world. The working world's conditions is constantly changing dynamically over the time. Therefore it is a must for the colleges to continually discern the various development of the working world, so that the colleges still able to satisfy the needs, the wishes and the expectations of the working world.





The study topic is selected that focus on the integration of critical factors of Total Quality Management (TQM) into the high education curricula, due to an impression that the high education curricula in Indonesia are less dynamic and flexible in anticipating the changes in community. This makes the high education seems to have always lagged behind in responding the demands from numerous parts that using their graduates.





The purposes of this study are to know the relationship between the academic administrator's perception on the critical factors of the Total Quality Management (TQM) in high education and their integration into the curricula, as well as to know is there difference between the academic administrators that have and have not identified the customer in relation with the critical factors of the Total Quality Management (TQM) and their integration into the curricula. The data used include the primary data using as the respondents the academics administrators from the D-3 Strata of the industrial engineering and the engineering departments of 8 PTS within the Area VI of Kopertis at, Central Java and the secondary data from the 8 PTS. The data collection method used in this study are the survey and library study methods. Instruments used in this study takes the form of questionnaire that consist of the questionnaires on respondent's characteristic and the critical factors of TQM including the pressures from outside to adopt TQM, on customer's identification, on the awareness of and attitudes toward the principles of TQM, on TQM's contribution toward the management practices, and on the integration of TQM into the curricula.





Using the Pearson's Product Moment correlation method we find that there is a significant relationship between the perceptions of the academic administrators on the critical factors of TQM in the high education and their integration into the curricula. Whereas the use of chi-square methods indicates that there is a significant difference between the academic administrators that have and have not identified the customer in relation with the pressures from the outside to adopt TQM. While the further results shows that there are no difference between the academic administrators that have and have not identified the customer in relation with awareness and the attitudes of the academic administrators toward the principles of TQM; in relation with the academic administrators' belief that TQM makes a new contribution into the management practices; and in relation with the academic administrators' belief that TQM is being integrated into the curricula.

Kata Kunci : Total Quality Management, pendidikan tinggi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.