Inflasi di Indonesia tahun 1995-2007 fenomena moneter vs fiskal
VALERIA, TIARA CINDHE , Prof. Insukindro, MA,Ph.D
P-Star model menjelaskan bahwa inflasi dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penawaran uang dan Teori Fiskal mengenai Tingkat Harga menjelaskan bahwa inflasi dipengaruhi oleh jumlah utang pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara inflasi dengan jumlah penawaran uang dan hubungan antara inflasi dengan utang domestik pemerintah Indonesia, dengan menggunakan data kuartalan tahun 1995-2007. Hasil penelitian ini akan menunjukkan fenomena inflasi di Indonesia. Metode estimasi yang digunakan adalah ARDL-ECM. Penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi sebagai fenomena moneter relatif lebih unggul daripada inflasi sebagai fenomena fiskal. Inflasi sebagai fenomena moneter menjelaskan bahwa inflasi di Indonesia dipengaruhi oleh jumlah penawaran uang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
P-Star model explains that inflation is determined by money supply and Fiscal Theory of the Price Level explains that inflation is determined by government debt. The main objectives of this paper is examined the relationship between inflation and money supply and the relationship between inflation and government domestic debt for Indonesia, based on quarterly data for 1995-2007. This paper will show the inflation phenomenon in Indonesia. This study estimated by ARDL-ECM. The result shows that inflation as monetary phenomenon is superior to inflation as fiscal phenomenon. It shows that Indonesian inflation is a monetary phenomenon in which inflation determined by money supply in the short-run and long-run.
Kata Kunci : Inflasi, P-Star model, TFTH, jumlah penawaran uang, utang domestik pemerintah