Analsis Perbandingan Efisiensi Antara Pendekatan Produksi dan Pendekatan Intermediasi Bank Cabang Sebelum dan Setelah IPO
UTAMI, HESTY EKO (Pembimbing: Sumiyana, Drs., M. Si.), Sumiyana, Drs., M. Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi pada cabang bank X yang beroperasi di wilayah provinsi Bali. Selain mengukur tingkat efisiensi penelitian ini juga melakukan identifikasi atas faktor-faktor inefisiensi yang terjadi pada periode yang belum efisien. Analisis atas faktor-faktor inefisiensi bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pihak manajemen. Hal itu bertujuan agar pihak manajemen bisa melakukan perbaikan kinerja pada periode setelahnya.
Seiring dengan berjalannya waktu perekonomian juga terus berkembang mengikuti perkembangan era globalisasi. Perkembangan jaman dalam perekonomian juga mempengaruhi sektor-sektor yang berperan dalam ekonomi. Salah satu sektor yang memiliki pengaruh dan terpengaruh sangat besar adalah sektor perbankan. Sektor tersebut harus melakukan operasi dengan semaksimal mungkin agar selalu dapat bersaing. Salah satu langkah yang bisa dilakukan sebuah bank adalah dengan mengambil keputusan berkaitan dengan operasinya. Keputusan yang dimaksud berkaitan dengan melakukan penjualan sahamnya kepada masyarakat atau mencatatkan sahamnya ke dalam bursa efek. Hal itu bisa dikatakan sebagai sebuah peristiwa yang penting dalam operasi suatu organisasi tidak terkecuali bank.
Penelitian ini menyoroti pengaruh yang terjadi dalam tingkat efisiensi suatu cabang bank dengan adanya peristiwa IPO (Initial Public Offering). Dalam menganalisis tingkat efisiensi akan digunakan dua jenis pendekatan berbeda. Kedua pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan intermediasi dan produksi. Kedua pendekatan itu dipilih dengan mengacu peran perbankan dalam masyarakat. Analisis dilakukan dalam dua periode berbeda yaitu, periode sebelum dan setelah IPO.
Analisis atas tingkat efisiensi cabang bank tersebut dilakukan dengan menggunakan Data Envelopment Analysis. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan alat tersebut, atas dua jenis pendekatan yang berbeda dapat dikatakan bahwa pada periode sebelum IPO tingkat efisiensi yang terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan periode setelah IPO.
The purpose this research is to measure level of efficiency on bank X branch which operate in Bali. In addition to measure efficiency level, this research identifies factors of inefficiency that occur on the period of inefficiency. Analysis of inefficiency factors have purpose to give insight to management parties. So, that management parties can improve performance at next period.
Economic condition is developed time to time. The period of economy development also impact on the sectors which have role in economy. One of the sectors that have influence to economy is banking sector. In order to be able to compete, a bank in the banking sector has to maximize its operation. One step that can by a bank is to make decisions about its operation. Such be, step be done to sell a stock to publics about its stock down in stock exchange. This decision is important event organization operation like bank.
This research focuses on the influence of IPO (Initial Public Offering) to the efficiency in a bank branch. This research uses two different approach, the intermediation and production approach. These two approaches were chosen by referring the role of banking in society. This research analyze in the pre- and post- IPO period.
Data Envelopment Analysis is used to measure efficiency level of a bank. Using the two approaches, this study find that the bank branch is more efficient in the period prior IPO then in period after IPO.
Kata Kunci : Bank, Cabang Bank, Data Envelopment Analysis (DEA), Efisiensi, IPO (Initial Public Offering), Intermediasi, Produksi, Bank, Branch Bank, Data Envelopment Analysis, Efficiency, Intermediation, Production