Pengujian cash flow untuk memprediksi kemungkinan default single case study pada Lehman Brothers Holding Inc. tahun anggaran 2000-2007
UTAMI, CITA FEBRONIA , Dra. Sri Handaru Yulianti, MBA
Cash flow digunakan sebagai indikator untuk memprediksi kemungkinan bangkrutnya suatu perusahaan. Studi Kasus ini membandingkan dua model prediksi kebangkrutan yang menggunakan variabel cash flow untuk dicari model mana yang lebih mampu memprediksi bangkrutnya Lehman Brothers Inc. yang mengalami kebangkrutan pada bulan September 2008. Kedua model yang dibandingkan adalah model prediksi kebangkrutan menggunakan Z-scores yang dikembangkan oleh Altman dan model prediksi kebangkrutan menggunakan logit. Evaluasi dilakukan menggunakan laporan keuangan Lehman Brothers tahun 2000-2007. Kedua model prediksi mampu untuk memprediksi kebangkrutan Lehman Brothers. Akan tetapi model prediksi dari Altman terbukti lebih akurat karena memperhitungkan asumsi investor eksternal (pasar) dalam perhitungan prediksinya.
Cash flow is used as an indicator to predict the probability of default. This case study compares two default prediction models that uses cash flow as its prediction component to find which model is better at predicting the bankruptcy of Lehman Brothers Inc. in September 2008. The two models being compared are the Z-scores model made by Altman and default predition model using logit model. The evaluation on both models are done using Lehman Brothers' financial report for the year 2000-2007. Both prediction model are capable to predict the bankruptcy of Lehman Brothers. However the prediction model from Altman are more accurate because it also calculate the assumption effect from eksternal investors (the market) in its model.
Kata Kunci : cash flow, model prediksi kebangkrutan, model Z-scores, model logit.