Laporkan Masalah

Analisis Marketable Surplus Beras di Jawa Tengah

UPHADI, AD. (Adv.: Bambang Tri Cahyono, Dr., M.Ec.), Bambang Tri Cahyono, Dr., M.Ec.

2015 | Tesis | S3 Economics

Studi ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor-faktor yang menentukan tingkat marketable surplus beras di Jawa Tengah. Secara teori ekonomi, sama halnya mencari elastisitas marketable surplus beras. Data yang dipergunakan berasal dari Biro Statistik (1978 - 1988) dengan analisa time series. Beberapa hasil utama dapat ditunjukkan Elastisitas permintaan sehubungan dengan harga beras-0,2; berarti bila ada kenaikan harga beras 10 persen akan menqurangi konsumsi beras sebesar 2 persen. Elastisitas permintaan sehubungan dengan pendapatan sebesar 0,21; hal ini berarti kenaikan 10 persen pendapatan petani akan meningkatkan konsumsi beras sebesar 2,1 person. Elastisitas hasil sehubungan dengan harga gabah 2,9 ;

berarti bila ada kenaikan harga gabah sebesar 1 persen akan meningkatkan hasil sebesar 2,9 persen. Elastisitas produksi dipasarkan sehubungan dengan harga beras 0,22; berarti kenaikan 10 persen harga gabah akan mendorong petani meningkatkan jumlah beras yang dijual sebesar 2,2 persen. Penemuan dari study ini dapat dipergunakan sebagai input untuk berbagai kebijaksanaan pangan, khususnya beras. Usaha peningkatan marketabel surplus beras, yang berarti juga usaha peningkatan produksi yang dibarrngi usaha peningkatan jumlah produksi yang dipasarkan agar swasembada dapat terjamin, dapat dilakukan dengan 1). Peningkatan pengadaan barang-barang pengganti beras seperti jaqung, ketela• dsb ), dan Usaha kebijaksanaan harga , sehingga rasio antara harga beras dan barang-barang pengganti akan sedemikian rupa sehingga petani selaku konsumen akan lebih hanyak mengkonsumsi barang-barang pengganti dan mengurangi konsumsi beras. 2). Usaha mengangkat standar kehidupan petani. Hal ini bisa dilakukan misalnya memberi lapangan pekerjaan

bagi petani pada masa penantian panen, misal dengan proyek padat karya. 3). Menciptakan iklim yang mendorong petani untuk meningkatkan produksinya.

This study attempt mainly to identify and evaluate the factors which determine the amount of marketable surplus of rice. Expressed in economic terms, it is similar to estimate the elasticity of marketable surplus. This study based on time series analysis. The data have been collected by Central Bureau of Statistic (197e - 1988) particular in Central Java. The result was that price elasticity of demand - 0,2; means that a 10 percent increase of price of rice would result in a reduction of rice consumed by 2 percent. The income elasticity of demand 0,21; means that given constant prices, a 10 percent increase of the farmers real income would result in an increase of rice consumption by 2,1 percent. The price elasticity of yield for rice 2,9; means a 1 percent increase of price would result in an increase of rice yield by 2,9 percent. The elasticity of marketed-production with respect to price 0,22; - means a 10 percent an increase of price would result in an increase of marketed production of rice by 2,2 percent. The findings of this study have several policy implication for the government food policy, especially rice. Increasing the marketable surplus of rice can be done: 1). by increasing the availabilities of the rice substitute commodities and could try to influence the price ratio of rice to these commodities, so the

Farmers consume more these commodities and less rice. 2). By directing the farmers standard of living. 3). By creating the most favorable situation for the production drive and so the farmer would have enough economic incentive to increase his rice production.

Kata Kunci : rice production, Swasembada pangan, marketable surplus of rice, elastisitas permintaan. The price elasticity, Kebijakan pangan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.