Laporkan Masalah

Perdagangan Indonesia dengan negara-negara asia: Upaya mencari solusi dan antisipasi mengatasi krisis ekonomi

Umiyati Giri Widyaningtyas (Adv:Dra. Endang Sih Prapti, M.A.), Dra. Endang Sih Prapti, M.A.

2000 | Tesis | S2 Economics

Krisis ekonomi yang melanda kawasan Asia terutama Asia Timur dan Asia Tenggara merupakan isue yang paling menarik pada perekonomian intemasional akhir­ akhir ini . Bagi Indonesia sendiri , krisis yang sudah berlangsung sejak pertengahan 1997 tersebut sampai awal tahun 2000 belum menunjukkan adanya tanda-tanda kearah pemulihan. Krisis yang terjadi di Asia lebih banyak disebabkan oleh melemahnya nilai mata uang negara-negara Asia terhadap Dollar AS sehingga meskipun negara-negara barat melalui IMF sudah berupaya untuk mengatasi krisis yang terlanjur meluas dan menjadi lebih parah di beberapa negara tetapi apabila negara-negara di kawasan Asia masih tetap memiliki ketergantungan pada negara-negara barat, bukan tidak mungkin krisis serupa akan terulang kembali dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi dan cara untuk mengantisipasi guna rnengatasi krisis ekonomi dengan melihat kinerja perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Asia yang dipilih secara bilateral agar dapat diketahui negara-negara rnana yang dapat diharapkan sebagai rekan dagang dan komoditas apa yang bisa diandalkan. Negara-negara Asia yang dipilih dalam penelitian ini adalah India, Jepang, Korea Selatan, RR.China, Singapura , dan Thailand serta mengamati sembilan macam komoditas yaitu pulp, leather, paper and paper board, textile yarn, special yam and textile fabrics, glass, glassware, furniture dan footware. Pemilihan komoditas-komoditas tersebut berdasarkan atas kondisi yang disyaratkan pada Marshall-Lerner Conditions yaitu hams secara bilateral diperdagangkan. Model persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan permintaan impor dan model persamaan permintaan ekspor yang ditransformasikan ke bentuk logaritma natural untuk memperoleh nilai elastisitas dari variabel harga dan pendapatan sedangkan data yang digunakan dalam analisis penelitian ini adalah nilai ekspor-impor per golongan komoditas, pendapatan ( GDP ), harga serta nilai tukar dan pengolahannya menggunakan bantuan program TSP-7. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa depresiasi nilai tukar Rupiah temyata tidak selalu berdampak positif berupa membaiknya posisi neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara Asia yang diamati secara bilatera. Dilihat dari nilai elastisitas harga ekspomya, permintaan ekspor Indonesia ke negara-negara Asia cenderung bersifat elastis sedangkan jika dilihat dari nilai elastisitas pendapatannya, komoditas ekspor Indonesia yang diamati cenderung bersifat sebagai komoditas inferior.

The Economics Crisis penetrated through The Asian region especially in East Asia and Southeast Asia is the most recent of several issues in international economy. For Indonesia, the crisis was happened since middle of the 1997 till early the 2000 not yet to point out the signs of economic recovery. The crisis that happen in Asian region caused by the wake of Asian currency visa-vis US Dollar, so that the West Countries especially United States infraction the IMF to do one's best to overcome the crisis in Asia but if the Asian countries still depend with the west countries , in the next time theres eventuality the same crisis will repeat yet. So this research aim to look for solution and anticipate method to over come the economics crisis by watch closely the trade position between Indonesia with the selected Asian Countries in bilateral way. The selected Asian Countries in this research are India, Japan, South Korea, People Republic of China, Singapore , Thailand and watch closely nine commodities. The nine commodities are pulp, leather, paper and paper board, textile yam, special yam and textile fabrics, glass, glassware, furniture and footware. Selection of commodities based on condition on Marshall-Lerner condition. The model used in this research are demand export model and demand impor model that transformated in natural logaritm form to obtain demand elasticity ( price elasticity ) and income elasticity. The data used are export and impor value, income (gross domestic product), commodity price, exchange rate and the analysis used TSP-7 programme. The result from this reseach indicate that Rupiah depreciation obvious not continuously caused positive effect all kinds of improved Indonesia trade balance position with selected Asian Countries in bilateral way. Inspected from demand elasticity or price elasticity, export demand from Indonesia to the Asian Countries tendency as a elastic characteristic whereas if inspected from income elasticities, export commodities from Indonesia the characteristic tendency as a inferior commodities.

Kata Kunci : perdagangan Indonesia,antisipasi krisis ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.