Laporkan Masalah

Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Di Indonesia Tahun 1995-2012

Ufira Isbah (Adv.: Dr. Artidiatun Adji, M.A., M.Ec), Dr. Artidiatun Adji, M.A., M.Ec

2016 | Tesis | S2 Economics

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia tahun 1995-2012. Latar belakang penelitian adalah fenomena belum tercapainya target tingkat pengangguran terbuka pada saat pengeluaran pemerintah memiliki kecenderungan meningkat. Pengeluaran pemerintah dibedakan atas dua yaitu pengeluaran rutin dan modal. Dengan menggunakan teknik estimasi system GMM, yang memiliki flesibilitas dalam mengatasi kemungkinan munculnya endogeneity bias dalam model pengangguran, ditemukan bahwa pengeluaran rutin dan modal terbukti mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Namun, nilai koefisien parameter bersifat inelastis, sehingga dapat disimpulkan tingkat pengangguran terbuka yang dapat diturunkan lebih sedikit dari pada kenaikan pengeluaran tersebut. Temuan ini merupakan tanda bahwa kinerja pemerintah belum baik dalam upaya mengurangi pengangguran. Pemerintah diharapkan meningkatkan pengelolaan dan pengawasan dalam mengalokasikan pengeluarannya.


This research investigates the effect of government expenditure on unemployment in Indonesia empirically, for the period 1995-2012. The background of the research is phenomenon of failure to achieve unemployment target level of whereas government expenditure increased. Government expenditures are divided into two i.e routine and capital expenditures. By using system GMM estimation, which widely known has high flexibility to address the endogeneity bias possibility in unemployment regression and find the prove negative and significant effect of routine and capital expenditures on unemployment. However, parameter elasticity showed the increased goverment expenditure reduces unemployment in smaller quantity. This finding is a sign that the government's performance has not been good in the effort to reduce unemployment. The government is expected to improve the management and oversight in allocating expenditures.

Kata Kunci : Pengeluaran rutin dan modal pemerintah, tingkat pengangguran terbuka, endogeneity bias, system GMM, Government routine and capital expenditure, open unemployment rate.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.