Laporkan Masalah

Analisis Procyclicality Dan Implementasi Fair Value Accounting Pada Sektor Perbankan Di Indonesia

TRIWIBAGYO, YANO ADHITYA (Pembimbing: Slamet Sugiri, Prof., Dr., M.B.A., Slamet Sugiri, Prof., Dr., M.B.A.

2011 | Skripsi | S1 Accounting

Berkaitan dengan krisis ekonomi tahun 2008 yang mengakibatkan perusahan keuangan mengalami kerugian besar akibat pengakuan penurunan nilai wajar aset keuangan, penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai keberadaan procyclicality, yang artinya penerapan Fair Value Accounting (FVA) justru dapat memperparah dampak krisis ekonomi. Procyclicality diuji dengan menggunakan 3 acuan, yaitu 1) selisih antara aset dan kewajiban yang dinilai pada nilai wajar (net effect), 2) Keberadaan distress selling selama krisis ekonomi, dan 3) kerugian akibat penjualan instrumen keuangan. Penelitian menggunakan sampel 22 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2005-2009 untuk meneliti dampak penerapan FVA pada sebelum, saat, dan sesudah krisis.

Hasil penelitian menunjukkan walaupun terjadi penurunan net effect secara signifikan di tahun 2008, namun tidak ditemukan bukti bahwa perbankan mengalami kerugian akibat penjualan instrumen keuangan, yang juga membuktikan tidak ada indikasi keberadaan aksi distress selling selama krisis. Berdasarkan hasil penelitian, maka FVA terbukti bukan sebagai penyebab dari melemahnya kondisi pasar dan pengetatan likuiditas di industri perbankan selama krisis, seperti yang dikritik banyak pihak. Hasil peneltian ini juga memberikan gambaran mengenai perilaku bank selama krisis dalam mengelola instrumen keuangan, dimana bank cenderung menahan surat berharga yang mengalami penurunan dengan mereklasifikasinya dan menjual surat berharga yang nilainya meningkat.

In light of the financial crisis 2008 which brought financial institutions to recognize huge loss due to decreasing of fair value of financial assets, this study provides an empirical examination of the existence of procyclicality, which means that implementation of Fair Value Accounting (FVA) will amplify the effect of financial crisis. Procyclicality is examined by 3 proxies, which are: 1) the difference between assets and liabilities valued at fair value (net effect), 2) the existence of distress selling, and 3) loss on selling of financial instrument This study uses samples of 22 banks listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2005-2009 to analyze the impact of FVA before, during, and after financial crisis.

The result of this study shows that the net effect was significantly decreased in 2008, yet, I find no evidence that banks increasingly sold securities at loss during the crisis, providing no support for claims that fair value accounting caused distress selling of financial instruments. Based on the results, it is unlikely that FVA affected market turmoil and liquidity tightening in banking sector during financial crisis in the ways commonly alleged by critics. This study also shed light on the behavioral changes of banks in managing their financial instruments during crisis period. Banks tend to keep the unprofitable financial instruments by reclassifying them and at the same time sell the profitable financial instruments.

Kata Kunci : Krisis Ekonomi, Akuntansi Nilai Wajar, Prosiklus, Financial Crisis, Fair Value Accounting, Procyclicality.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.