Laporkan Masalah

ANALISIS KEMAMPUAN MARKET TIMING DAN SECURITY SELECTION PADA MANAJER INVESTASI REKSADANA SAHAM DI INDONESIA

Tribudiani, Finda Widya , Kusdhianto Setiawan, SE,Siv.Oek

2009 | Skripsi | S1 Management

Sejak 1996 perkembangan industri reksadana di Indonesia menunjukkan besarnya minat investor untuk berinvestasi pada reksadana. Mengingat portofolio reksadana dikelola oleh manajer investasi, evaluasi kinerja manajer reksadana merupakan hal yang penting.

Terdapat dua kemampuan manajerial dasar yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajer investasi. Kemampuan tersebut adalah kemampuan market timing dan security selection. Kemampuan market timing merupakan salah satu jenis kemampuan yang dimiliki manajer untuk memprediksi pergerakan pasar di masa yang akan datang dengan tepat dan mengalokasikan dana dengan optimal pada kelas-kelas aset. Sementara itu, kemampuan security selection mengacu pada kemampuan yang membantu manajer dalam prediksi terhadap peristiwa-peristiwa mengenai perusahaan tertentu, pemilihan saham-saham yang undervalued, dan pencapaian kinerja yang mengungguli portofolio pasif. Kedua kemampuan tersebut diidentifikasi dengan menggunakan model regresi kuadrat (Treynor & Mazuy: 1966). Lebih lanjut, dengan menggunakan data ex post return dari Januari 2005 sampai dengan Desember 2007, penelitian ini berusaha menganalisis kemampuan market timing dan security selection pada 15 reksadana saham yang terdaftar di BAPEPAM.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti statistik yang kuat yang mendukung pernyataan bahwa manajer investasi reksadana saham di Indonesia memiliki kemampuan market timing dan security selection. Hal ini mengindikasikan tiga hal. Pertama, manajer investasi reksadana saham tidak dapat mengungguli portofolio pasif. Kedua, keputusan timing yang dibuat manajer tidak tepat. Ketiga, adanya biaya yang sangat besar dari upaya-upaya forecasting yang dilakukan manajer. Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya evaluasi antara biaya dan manfaat dari riset dan kegiatan trading yang dilakukan reksadana sehingga dapat memperoleh return maksimal dengan tingkat risiko tertentu. Pada akhirnya, analisis terhadap kemampuan market timing dan security selection ini hadir sebagai alternatif penilaian kinerja reksadana di samping indeks Sharpe, indeks Treynor, dan indeks Jensen.

Since 1996 the development of mutual funds industry in Indonesia shows how big investors' interest to invest in mutual funds. Since mutual fund portfolio is managed by investment manager, it becomes essential to evaluate their performance.

There are two basic managerial skills that can be used to evaluate investment manager performance. They are market timing and security selection ability. Market timing ability is one type of ability owned by manager to correctly outguess the future market movement and optimally allocate funds among different asset classes. Security selection ability, on the other hand, refers to the ability that may assist manager on forecasting company-specific events, picking undervalued securities and outperforming passive portfolios. These abilities are identified by using quadratic regression model (Treynor and Mazuv: 1996). Furthermore, by using the ex post return data from January 2005 until December 2007, this study is trying to analyze market timing and security selection ability in 15 equity mutual funds listed in BAPEPAM.

As the result of this study, there was less evidence which support the idea that Indonesia's managers of investment on equity mutual fund have market timing and security selection ability. This might indicated three things. Firstly, investment manager of equity mutual funds cannot outperform passive portfolio. Secondly, the timing decision is incorrect. Thirdly, there are too many expenses in unsuccessful forecasting attempts. The result of this study presents an implication, that it is essential for research and trading activities to obtain maximum return with given risk, by evaluating between costs and benefits. In conclusion, the analysis of market timing and security selection ability becomes the alternatives to measure mutual funds performance beside Sharpe Index, Treynor Index, and Jensen Index.

Kata Kunci : reksadana, reksadana saham, manajer investasi, kemampuan market timing, kemampuan security selection, portofolio pasif.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.