Perbandingan Abnormal return emisi saham perdana perusahaan keuangan dan non-keuangan di pasar modal indonesia pengujian hipotesis asimetri informasi
Triaryati, Nyoman (Adv.Dr. Suad Husnan, MBA), Dr. Suad Husnan, MBA
Lembaga keuangan di Indonesia menghadapi regulasi yang berkaitan dengan distribusi informasi pada publik lebih banyak dibandingkan dengan pemsahaan non-keuangan. Hal ini berkaitan erat dengan tinggi rendahnya informasi asimetri yang mungkin teljadi antara pihak-pihak yang terlibat pada emisi saham perdana, dan nantinva akan menentukan tingkat underpricing yang terjadi. Penelitian ini menguji hipotesis regulasi dengan kerangka injormasi informasi, dim ana diduga bahwa underprice lembaga keuangan lebih rendah dibandingkan dengan pemsahaan non - keuangan sebagai akibat regulasi yang dikenakan padanya.
Dengan menggunakan uji beda rata-rata dan analisis regresi dengan memasukkan beberapa variable yang telah teridentifikasi sebelumnya mempengaruhi underprice, penelitian ini akan menggunakan data emisi saham perdana dari tahun 1991 sampai 1997.
Dengan menggunakan uji beda rata-rata tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada tingkat underpricing pemsahaan keuangan dan non-keuangan. Begitu pula dalam analisis regresi yang memasukkan beberapa variable yang telah teridentifikasi sebelumnya mempengamhi underpricing, ditemukan bahwa tingkat underpricing perusahaan keuangan tidak lebih kecil dibandingkan pemsahaan non-keuangan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi dan pengawasan pada penlsahaan keuangan di Indonesia belum efektif, karena underpricing emisi saham perdana perusahaan keuangan tidak lebih kecil dari perusahaan non - keuangan.
The financial institution in Indonesia are more regulated than non-financial institution and monitored by regulatory agent. Hence, the asymmetric information problem on the IPO should be less for the financial institution than non-financial institution and so do the underpricing.
This study examines the asymmetric information hypothesis and provides an empirical evidenced of underpricing of IPO of financial institution and non - financial institution. Using independent sample t-test and regression analysis. this study uses an IPO of financial institution and non-fmancial institution Jakarta Stock Exchange for the 1991-1997 period as a sample.
Using independent sample t-test, this study found that there are no differences between the underpricing of financial intitution and non-financial institution. And in the regression analysis it also found that the underpricing of financial institution is not less than the non-financial institution, after and before controlling some variables.
This study concludes that the regulation and the monitoring for the financial institution in Indonesia are not effective yet, because the underpricing of IPO of financial institution is not less then the non-financial institution.
Kata Kunci : Underpricing, informasi asimetri, Abnormal return, dan Emisi saham perdana