Analisis peluang penerimaan obligasi daerah sebagai instrumen pembiayaan daerah di provinsi daerah istimewa Yogyakarta (DIY)
Tofikkurokhman, Wiwin Rahmanti, SE., M.Com
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan obligasi daerah sebagai instrumen pembiayaan pembangunan infrastruktur publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selalu mengalami defisit jika kebutuhan investasi infrastruktur publik dilakukan oleh Pemda Pemerintah Daerah Provinsi DIY.
Dengan analisis Debt Service Coverage Ratio atau rasio kemampuan keuangan daerah untuk meminjam ini, mengandaikan bahwa jika pemerintah daerah mempunyai rasio kemampuan meminjam diatas 2,5 kali, maka ada jaminan bahwa pemerintah daerah yang bersangkutan dapat dikatakan mampu mengembalikan pinjaman pokok pada saat jatuh tempo beserta bunga setiap tahunnya.
Disamping itu juga digunakan analisis Batas Maksimum Pinjaman dimana merupakan batas tertinggi jumlah pinjaman daerah yang dianggap layak menjadi beban APBD. Dan pada akhirnya penelitian menggunakan analisis biaya hutang, baik biaya bunga obligasi (coupon rate) maupun biaya emisi dan administrasi obligasi (floating cost), dimana dari analisis biaya ini dapat diketahui beban biaya secara keseluruhan dalam penerbitan obligasi daerah yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Selanjutnya diperbandingkan dengan opsi pembiayaan melalui hutang dari perbankan, apakah lebih menguntungkan dengan menerbitkan obligasi daerah ataukah pembiayaannya dengan cara meminjam dari perbankan.
Dari berbagai analisis diatas penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa pemerintah daerah Provindi DIY berpeluang untuk menerbitkan obligasi daerah dalam rangka pembiayaan infrastruktur publiknya. Disamping itu pemerintah daerah juga berkemampuan untuk dapat mengembalikan semua kewajibannya baik menyangkut bunga obligasi maupun kewajiban pokoknya. Dan pada akhirnya dari sisi beban biaya pemerintah daerah akan lebih menguntungkan dengan menerbitkan obligasi daerah dibandingkan dengan cara meminjam dari perbankan.
This study is to find out opportunity available for Provincial Government of the Special Region of Yogyakarta to publish municipal bond as the instrument of financing the development of public infrastructures required by communities. It is because of the fact that the Local Budget has still tended to be deficit if the need for the investment of public infrastructures must always be met by the Provincial Government.
The study applies an analysis of the Debt Service Coverage Ratio, based on which it is assured that if the Local Government has a ratio of the DCSR above 2.5 times, it can be said to be capable of refunding the principle loan at the due date as well as the rate annually. In addition, it applies also an analysis of the Maximum Debt, which is a highest limit of local debt considered as eligible to be burden for the Local Budget. Finally, it applies also an analysis of the debt costs, both the coupon rate and the emission and administrative costs, based on which the burden of costs in the total publications of municipal bond that will be carried out by the Local Government can be known. After the three analysis conducted, the option are then compared with the financing through debt from banking, with aim to find out whether it is so profitable for the Local Government to publish the municipal bond or to borrow loan from banking.
Based on the result of the study, it can be concluded that the Provincial Government of the Special Region of Yogyakarta has good opportunity to publish municipal bond in financing the development of public infrastructures. Moreover, it has also adequate capacity to refund all debts, both the coupon rate and principle loan. Rather, it can be expected that it will gain more profitable when publishing the municipal bond than borrowing the loan from banking.
Kata Kunci : Obligasi daerah