Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja: studi pada para tenaga perawat bagian rawat inap (IRNA) RS Bethesda Yogyakarta
Tobing, Carolina M.L., Dra. Diah Retno Wulandaru, M.B.A.
2008 | Skripsi | S1 Extention - ManagementStres di tempat kerja dapat dinilai sebagai suatu ancaman maupuan tekanan yang dirasakan karyawan karena tuntutan-tuntutan pekerjaan tidak dapat mereka penuhi. Artinya, stres muncul saat karyawan tidak memiliki kemampuan untuk berinteraksi terhadap tuntutan dan lingkungan pekerjaan. Stres di tempat kerja disebabkan oleh berbagai macam faktor. Beberapa di antaranya erat kaitannya dengan pekerjaan dan organisasi, yaitu permintaan pekerjaan, konflik antara pekerjaan dan bukan pekerjaan, ambiguitas / ketidakpastian dalam pekerjaan, kelebihan dan kekurangan beban kerja, tanggung jawab terhadap orang atau sesuatu, kurangnya pegendalian atas suatu situasi dan kurangnya dukungan sosial. Stres kerja berpengaruh pada penampilan kerja. Pengaruh stres sangat sulit diprediksi dengan tepat terhadap kinerja setiap individu, akan tetapi hal ini tergantung pada kemampuan mereka dalam menghadapi kemajemukan / kompleksitas pekerjaan, ciri-ciri individu dan berbagai pengalaman sebelumnya dalam melaksanakan pekerjaan. Stres dapat menjadi stimulus, yaitu berpotensi mendorong pelaksanaan kerja dan stres dapat berperan salah yaitu merusak kinerja. Kuantitas stres pada tingkat yang rendah sampai sedang memungkinkan individu dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan tingginya tingkat stres juga dapat mengurangi kualitas atau akurasi dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan pada fakta tersebut diatas, penelitian ini bertujuan menguji pengaruh stres kerja terhadap kinerja. Sampel dalam penelitian ini adalah 107 tenaga perawat ruang rawat inap (IRNA) RS Bethesda Yogyakarta. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dimana hasil analisis menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja tenaga perawat ruang rawat inap (IRNA) RS Bethesda Yogyakarta (F-test=16,498 ; t-test = -4,062 ; Beta = -0,582 ; p < 0,05 (0,000)). Hasil penelitian mendukung hipotesis. Nilai R2 sebesar 0,136 menunjukkan bahwa variabel kinerja karyawan dijelaskan oleh variabel stres kerja sebesar 13,6%. Kata kunci : stres kerja, kinerja
People experience stress in work settings when they cognitively appraise the situations they're in as being highly threatening and beyond their control. Stress in work settings stems from many different factors. Several are directly related to jobs and organizations, and include occupational demands, conflict between work and nonwork roles, ambiguity and uncertainties on the job, underload and overload, responsibility for others, lack of control and lack social support. Stress influences the performance of many tasks. The precise impact is difficult predict, however, and seems to depend on the complexity of the task in question, personal characteristics of the individuals and an individuals previous experience with task. Stress can act as stimulus. On the other hand, it can also be dysfunctional. Mild levels of stress can interfere with task performance under wide range conditions. High levels of stress also reduce the quality or accuracy of decisions. Due to the fact, this research aim to test the impact of job stress to individual performance. The sample of the research are 107 nurses (IRNA) in RS Bethesda Yogyakarta. The analyzed method in this research is using regression analysis. Based on the regression analysis, the result showed that job stress for the nurses (IRNA) in RS Bethesda Yogyakarta has a negative and significant effect to their performance (F-test=16,498 ; t-test = -4,062 ; Beta=-0,582 ; p<0,05 (0,000)). Result of the research support hypotheses. The R Square is 0,136 it means that 13,6% variable of the individual performance can be explained by the variable of job stress. keywords: job stress, individual performance
Kata Kunci : Stres Kerja; Kinerja; Tenaga Perawat; IRNA; Kinerja Pegawai