Tingkat Pendapatan pedagang Sektor Informal di D.KI Jakarta Studi Kasus Pedangang Kaki Lima di Wilayah Jakarta Selatan
Tjiptoroso (Adv.: Dr. M. Suparmoko, MA.), Dr. M. Suparmoko, MA.
Penelitian ini adalah studi kasus tentang tingkat pendapatan pedagang kaki lima yang berdagang : makanan, minuman, buah-buahan, sayur-sayuran, pakaian dan 9 bahan pokok di Kota Madya Jakarta Selatan. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data primer dari hasil wawancara 200 orang pedagang kaki lima. Data tersebut di analisis secara korelasi, dipertajam oleh analisis regresi berganda dengan transformasi log, dimana hasilnya menunjukan bahwa variabelvariabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel dependen. secara individu variabel-veriabel independen berpengaruh nyata terhadap tingkat pendapatan para pedagang kaki lima, kecuali variabel jumlah anggota keluarga. Berdasarkan standar kemiskinan sajogyo dan Bank dunia menunjukan bahwa 100 % rumah tangga pedagang kaki lima berpendapatan di atas garis kemiskinan, sedangkan berdasarkan standar kebutuhan fisik minimum (KFM) DKI Jakarta ditemukan 1 % rumah tangga pedagang kaki lima yang hidup di bawah standar tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah DKI Jakarta dalam menyusun langkah-langkah kebijaksanaan yang ada kaitannya dengan pembinaan dan penyuluhan dalam usaha meningkatkan
pendapatan sekaligus menaikan taraf hidup para pedagang kaki lima.
This research is a case study dealing with the Income level of informal merchandizers who sell food, drink, fruit, clothes, and nine substatial stuffs, at Kota Madya Jakarta Selatan. In this research the writer derived primary data from 200 informal merchandizers interviewed. The data were processed throughout the coherence analysis which confirmed by the double regression analysis and the log transformation where its result shows that independent variables significantly influence dependent variables. Individually, independent variables concretely effect the level income of informal merchandizers, except, variables amount to the
family members. Based on the poverty standard of sajogyo and world
Bank, the income level of informal merchandizers shows that 100 % are living over the standard. While it is measured through the standard of minimum physical needs of DKI Jakarta founded 1 % earning below the poverty standard. This study hopefully provides fruitful contribution toward the goverment of DKI Jakarta interms of formulating the strategy and policy which have relation to the
management and illumination of informal merchandizer, in a way to upgrade their income level as well as their living standard.
Kata Kunci : Pendapatan Pendagang, Pedagang Kaki Lima,