Laporkan Masalah

Analisis Total Quality Management pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia

Titik Nurbiyati (Adv:Drs. Agastya, MBA.MPM.), Drs. Agastya, MBA.MPM

2000 | Tesis | S2 Management

Untuk memperoleh keunggulan bersaing dalam skala global, perusahaan dituntut agar mampu menyajikan setiap pekerjaan dengan lebih baik dalam rangka menghasilkan barang dan jasa berkualitas tinggi dengan harga yang wajar dan bersaing. Hal ini bisa dikatakan bahwa kunci pokok untuk meningkatkan daya saing adalah kualitas. Untuk itu perusahaan perlu berfokus pada kualitas total atau Total Quality Management (TQM). Tujuan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas adalah tercapainya kepuasan pelanggan, dengan berkurangnya keluhan pelanggan berarti menunjukkan kinerja perusahaan dengan ditandainya profitabilitas yang meningkat. Pengembangan kualitas total dikembangkan oleh beberapa ah.Ii, antara lain yang dikemukakan oleh Black dan Porter yaitu manajemen manusia dan pelanggan, patnership dengan pemasok, komunikasi pengembangan informasi, orientasi kepuasan pelanggan, hubungan manajemen dengan pihak ekstemal, manajemen kualitas strategik, struktur teamwork untuk pengemba:igan, perencanaan kualitas operasional, sistem pengukuran pengembangan kualitas, dan budaya kualitas korporat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komitmen perusahaan manufaktur di Indonesia dalam penerapan dimensi kualitas total atau TQM, menguji perbedaan antara perusahaan manufaktur BUMN dan Non BUMN dalam memenuhi dimensi kualitas, serta untuk mengetahui dimensi mana saja yang mempengaruhi kinerja perusahaan manufaktur BUMN dan Non BUMN. Dengan menggunakan teknik survey melalui surat, terdapat 95 responden yang mengisi kuesioner. Dari pengumpulan data tersebut diketahui bahwa komitmen perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia cukup baik dalam menerapkan dimensi kualitas. Sedangkan untuk uji beda antara perusahaan manufaktur BUMN dan NON BUMN temyata cukup bukti untuk dikatakan berbeda dalam menerapkan dimensi kualitas kecuali pada dimensi manajemen dan manusia dan pelanggan, hubungan manajemen kualitas strategis, perencanaan kualitas operasional dan budaya kualitas perusahaan. Secara keseluruhan dari dimensi kualitas untuk perusahaan manufaktur Non BUMN mempunyai komitmen lebih tinggi dibanding perusahaan manufaktur BUMN. Dan untuk kinerja perusahaan manufaktur Non BUMN dipengaruhi oleh dua dimensi yaitu manajemen manusia dan pelanggan, dan struktur team work pengembangan, sedangkan untuk perusahaan BUMN dipengaruhi oleh perencanaan kualitas operasional dan sistem pengukuran perbaikan kualitas. Dari hasil diatas, disarankan untuk meningkatkan dalam memahami dimensi kualitas sehingga akan meningkatkan daya saing dan kususnya untuk perusahaan yang tertinggal dalam hal ini BlJMN untuk bisa benchmark ke perusahaan manufaktur Non BUMN.

In order to achieve global competitive advantages, companies are demanded to be able to perform each of its operations better to produce high quality goods and services under competitive and reasonable prices. This is to say that the key factor to improve competitiveness is quality. Therefore, the companies need to focus its attention to a total quality or Total Quality Management (TQM). They produce just quality products which lead to consumer satisfaction. The lessening of consumers' complaints means increasing profitability. The development of total quality has been carried out by a number of experts,including Black and Porter. They propose the management of man and customers, partnership with supplier, information development communications, customers' satisfaction orientation, the relationship between management and external parties, strategic quality management, teamwork structure for development, operational quality planning, quality development measurement system, and corporate quality culture. The main objectives of this study are to know Indonesian manufacture companies' commitment in applying total quality aspects or TQM, to examine the difference between State-owned manufacture companies and non-State-owned ones in fulfilling quality aspects, and to find out which aspects influence the performance of the State-owned companies and non-State-owned ones. By using mail survey techniques, 95 respondents reply the questionnaires. It is known from the responses that the commitment of Indonesian manufacture companies is fairly good in applying quality aspects. Fro.11 the differential test between State-owned companies and non-State­ owned ones, it is evident that there is a difference in applying all quality aspects except in. the Management of man and customer, strategic quality management, operational quality planning, and corporate quality culture. In general, non-State-owned companies have a higher commitment than the State-owned ones. The performance of the non­ State-owned companies is very much affected by two aspects: the management of man and customers and the team-work structure development; while the State-owned companies are influenced by operational quality planning and quality improvement measurement system. The results of the study recommend that in order to better understand all aspects of quality and to improve competitiveness, especially the left-behind, the State­ owned companies, must be able to benchmark to non-State-owned manufacture companies

Kata Kunci : total quality management,kualitas,tqm,kualitas korporat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.