Laporkan Masalah

January Effect di Pasar Modal Indonesia: Analisis Saham Besar dan Kecil dalam Periode Krisis dan Non-Krisis

TIARASARI, MEGA (Adv.: Su'ad Husnan, Dr., M.B.A.), Su'ad Husnan, Dr., M.B.A.

2013 | Skripsi | S1 Management

January Effect adalah salah satu anomali pada prilaku pasar, dimana dikatakan saham-saham mengalami peningkatan pengembalian modal yang lebih besar selama bulan Januari dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Sebagai anomali, dimana keadaan yang ditemukan sangat kontras dengan apa yang diekspektasikan dalam pasar efisien, January Effect termasuk dalam pasar efisien lemah.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji terjadinya January Effect di Indonesia, menguji perbedaan magnitude January effect yang dihasilkan pada saham kapitalisasi kecil dengan saham kapitalisasi besar dan menguji perbedaan magnitude January effect yang dihasilkan pada saham di luar tahun krisis dan saat krisis. Sampel penelitian diambil dengan cara purposive sampling. Pada penelitian ini, sampel yang digunakan adalah 30 saham kapitalisasi besar dan 30 saham kapitalisasi kecil dengan periode sampel yaitu 2004-2011. Analisis dilakukan dengan meregresi variable dummy bulan Januari.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terjadi January Effect di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2004-2011. Selain itu, tidak terlihat adanya January Effect pada saham kapitalisasi besar dan saham kapitalisasi kecil sehingga tidak dapat dilakukan uji perbedaan magnitude. Hal yang sama juga terjadi pada penelitian January Effect yang berkaitan dengan krisis dimana ditemukan bahwa tidak terlihat adanya January Effect pada periode krisis dan di luar periode krisis sehingga tidak dapat dilakukan uji perbedaan magnitude.

January effect is one of the anomalies in the financial market behaviour where the return from financial security increase in January is higher than the return in other month. As an anomaly, January effect is categorized as a weak efficient market as the resulting condition is contrary to what is expected in efficient market.

This research's goals are to examine the occurence of January effect in Indonesia's market and to see the magnitude difference between small capitalization share and large capitalization share, within and outside their crisis period. Purposive sampling method is used for sampling in this research where 30 small capitalization shares and 30 large capitalization shares during the period of 2004-2011 are taken as the samples. Analysis process is done by regressing dummy variable in the month of January.

The outcome of the analysis shows that there is no January effect occurred in Indonesia Stock Exchange from 2004 until 2011. And there is also no January effect applied both in small capitalization share and large capitalization share so that the test for magnitude difference can not be done. The same pattern also happened in the examination of the relation between January effect and crisis period where there is no January effect can be found either during or outside the crisis period.

Kata Kunci : Anomali Pasar, Pasar Efisien, January Effect, Market Anomaly, Efficient Market


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.