PERBANDINGAN KEAKURATAN LABA PERMANEN DAN LABA AGREGAT DALAM MEMPREDIKSI LABA PERMANEN DAN LABA AGREGAT MASA DEPAN: STUDI NEGARA SINGAPURA DAN INDONESIA
THIONO, SILVIA , Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA
Informasi laba dapat digunakan untuk memprediksi laba masa depan. Beberapa penelitian sebelumnya telah menjelaskan kemampuan laba dalam memprediksi laba masa depan pada satu negara dan tanpa perbandingan standar akuntansi antar negara. Penelitian ini mengevaluasi keputusan dewan standar akuntansi pada kedua negara dalam konvergensi IAS/IFRS. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan bukti empiris tentang keakuratan prediksi laba permanen dan laba agregat pada negara Singapura dan Indonesia. Singapura dan Indonesia merupakan negara yang mendeklarasikan konvergensi IAS/IFRS pada tahun 2012 namun memiliki perbedaan komposisi terhadap IAS/IFRS dalam standar akuntansinya. Model prediksi laba permanen dan agregat yang terdiri atas laba operasi dan laba bersih dibentuk menggunakan regresi data panel. Sampel penelitian merupakan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Singapore Stock Exchange dan BEI selama perioda 2004-2008. Data dikumpulkan menggunakan database OSIRIS dengan sampel akhir berjumlah 266 perusahaan untuk perusahaan Singapura dan 126 perusahaan untuk perusahaan Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi laba permanen terhadap laba permanen masa depan Singapura lebih akurat dibandingkan dengan prediksi laba permanen Indonesia. Prediksi laba agregat terhadap laba agregat masa depan Singapura lebih akurat dibandingkan dengan prediksi laba agregat terhadap laba agregat masa depan Indonesia. Prediksi laba permanen terhadap laba agregat masa depan Singapura lebih akurat dibandingkan dengan prediksi laba permanen terhadap laba agregat masa depan Indonesia. Bukti empiris mendukung keputusan dewan standar akuntansi kedua negara dalam konvergensi terhadap IAS/IFRS pada isu prediksi laba masa depan.
Earnings information can be used to predict future earnings. Some research was examined the ability of earnings to predict future earnings in one country and without accounting standard comparison. This study evaluated both of accounting standards board decision in that countries about accounting standards convergency to IAS/IFRS. The objective of the study was to provide empirical evidence about an accuracy prediction of permanent earnings and aggregate earnings in Singapore and Indonesia. Singapore and Indonesia are countries which declare their convergency to IAS/IFRS in 2012 but still have IAS/IFRS composition difference on accounting standards. The study use permanent and aggregate prediction models, that employed operating income and net income with pooled data regression. The sample of this study was manufacturing companies listed in Singapore Stock Exchange and Indonesia Stock Exchange within the period of 2004-2008. The data was collected using OSIRIS database. Final sample was 266 companies for Singapore company and 126 for Indonesia company.
The results of this study showed that permanent earnings prediction to future Singapore permanent earnings more accurate compared with permanent earnings prediction to future Indonesia permanent earnings. Aggregate earnings prediction to future Singapore aggregate earnings more accurate compared with aggregate earnings prediction to future Indonesia aggregate earnings. Permanent earnings prediction to future Singapore aggregate earnings more accurate compared with permanent earnings prediction to future Indonesia aggregate earnings. The empirical evidences supported both of accounting standards board decision of that country on convergency into IAS/IFRS in predicting future earnings issues.
Kata Kunci : Laba permanen, Laba agregat, Laba permanen masa depan, Laba agregat masa depan, Singapura, Indonesia