Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Skeptisisme Audito

THERESIA F. SITANALA 9Pembimbing: Dr. Supriyadi, M.Sc), Dr. Supriyadi, M.Sc

2010 | Tesis | S2 Accounting

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh etika,

keahlian, pengalaman audit dan gender terhadap skeptisisme auditor eksternal.

Peneliti menggunakan auditor yang bekerja pada beberapa Kantor Akuntan Publik

yang berada di Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta sebagai responden penelitian.

Teknik penyampelan menggunakan convenience sampling. Data primer yang

digunakan diambil dari 127 responden dengan menggunakan kuesioner. Pengujian

hipotesis menggunakan program SPSS.

Hasil penelitian ini secara empiris juga menunjukkan bahwa dari empat

hipotesis penelitian yang diajukkan, hanya satu hipotesis yang tid ak terdukung,

artinya semakin tinggi level etika maka semakin tinggi pula skeptisisme auditor,

semakin ahli dan semakin berpengalaman maka semakin tinggi pula skeptisisme

auditor dan gender tidak mempengaruhi skeptisisme auditor eksternal. Hasil

penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi Kantor akuntan Publik untuk dapat

menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam menentukan kebijakan

perekrutan auditor dan menentukan staff yang akan ditunjuk dalam melaksanakan

audit. Dan juga untuk pengembangan literatur, penelitian ini dapat menambah wacana

keilmuan dan sebagai referensi bagi peneliti yang lain yang tertarik untuk melakukan

penelitian mengenai perilaku auditor yang berhubungan dengan peningkatan kualitas

audit khususnya terkait skeptisisme auditor.

Present research is proposed to examine empirically the influences of ethic,

expertise, audit experience and gender over external auditor skepticism. Auditors who

work at several Public Accountant Bureaus in Surabaya, Yogyakarta and Jakarta City

are involved as research respondents.

Technical sampling is performed using sampling convenience. 127

respondents are asked to fill questioner which taken as primary data. Hypothetical

analysis is performed by SPSS program.

Empirically, the result presents that only one of four hypotheses proposed is

unsupported. This suggests that the higher ethical level, the higher auditor skepticism

will be; the higher auditor expertise and experiences, the higher their skepticism; and

gender is founded uncorrelated with external auditor skepticism. This result can be

takes as reference in determining auditor recruitment policy and staff appointment in

performing audit. And as literature extension, this research can enrich the course and

as reference of other researcher that interest in performing similar study on auditor

behavior linked to audit quality improvement, auditor skepticism for particular.

Kata Kunci : auditor skepticism, ethic, expertise, experience, gender, skeptisisme auditor, etika, keahlian, pengalaman


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.