Laporkan Masalah

Peranan Industri Kecil dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Propinsi Jawa Tengah tahun 1980 - 2003

Theresa Rosmeinar S. (adv. Drs. Wahyu Widayat, M.Ec), Drs. Wahyu Widayat, M.Ec

2014 | Skripsi | S1 Economics

Sebagai negara berkembang (developing countries), Indonesia menghadapi berbagai masalah dalam pembangunan. Salah satu masalah yang sangat mendesak adalah masalah ketenagakerjaan. Untuk itu diperlukan program penciptaan lapangan kerja yang intensif. Salah satu altematif penyerap tenaga kerja yang efektif adalah industri kecil. Karena pertumbuhan industri kecil akan menimbulkan dampak positif terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja, pengurangan jumlah kemiskinan, pemerataan distribusi pendapatan, dan pembangunan ekonomi di pedesaan Masalah tenaga kerja dalam industri kecil di Jawa Tengah penting untuk diteliti secara khusus karena Jawa Tengah, sebagai salah satu propinsi di Jawa yang mengalami kemerosotan ekonomi yang parah dengan tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi yaitu 5,6 % dari keseluruhan angkatan kerja di Jawa Tengah pada tahun 2002, walaupun Jawa Tengah memiliki tingkat pekerja di sektor informal yang tertinggi di Pulau Jawa, yaitu sebesar 64,6% dari keseluruhan angkatan kerja di Jawa Tengah. Oleh karena itu perlu dianalisis peranan industri kecil dalam penyerapan tenaga kerja

Penelitian ini menggunakan data sekunder, dengan bentuk time series, tahun 1980 sampai dengan 2002. Data diperoleh dari Departemen Industri dan Perdagangan, Departemen Tenaga Kerja dan BPS. Analisis data dilakukan dengan estimasi regresi Ordinary Least Square (OLS) Klasik yang diselesaikan dengan dukungan program Eviews versi 3. Uji yang digunakan antara lain Uji Normalitas dengan Tes Jarque-Bera; uji spesifikasi model dengan Ramsey RESET Test; Uji Asumsi KIasik untuk multikolinearitas dengan Korelasi Parsial R2 , autokorelasi dengan Uji Breusch¬Godfrey, dan heteroskedastisitas dengan Metode White. Selain itu, dilakukan pula Uji Inferensi terhadap masing-masing koefisien dengan uji t, uji variabel secara simultan dengan uji F, dan uji koefisien determinasi (R2). Sebelum dilakukan estimasi, dilakukan pemilihan model empiris dengan uji McKinnon, White dan Davidson (MWD).

Dari hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa nilai modal berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga keIja. Artinya, kenaikan nilai modal akan meningkatkan penyerapan tenaga keIja industri kecil. Sedangkan variabel upah berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga keIja, yang berarti kenaikan upah akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di industri kecil Dengan demikian kedua hipotesis yang diajukan terbukti.

Sebagai saran, pemerintah perlu berperan dalam memberikan pinjaman kepada pengelola industri kecil dengan persyaratan mudah. Selain itu, upaya lain yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah pemerintah perlu memperhatikan sistem pengupahan . dalam industri kecil, supaya upah tenaga kerja di industri kecil ditingkatkan, sekurang-kurangnya sesuai dengan upah minimum, supaya tenaga keIja yang tertarik untuk bekerj a di industri kecil meningkat.

Kata Kunci : penyerapan tenaga kerja, industri kecil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.