PENGARUH LIBERALISASI TERHADAP EKSPOR MANUFAKTUR INDONESIA
THAMRIN, MAHANDIS YOANATA (Adv.Dra. Endang Sih Prapti, M.A.), Dra. Endang Sih Prapti, M.A.
Usaha peningkatan kinerja ekspor manufaktur telah dilakukan pemerintah Indonesia melalui serangkaian kebijakan liberal sejak tahun 1986, diantaranya yaitu kebijakan reformasi perdagangan liberalisasi impor melalui pergeseran dan rezim restriksi kuantitatif ke instrumen tarif. Pergeseran tersebut dikatakan lebih liberal karena rezim restriksi kuantitatif telah menghasilkan distorsi besar melalui biaya administrasi dan birokrasi yang potensial menyebabkan monopoli. Namun demikian masih terdapat keraguan dalam menghadapi proses liberalisasi tersebut karena sepintas liberalisasi perdagangan akan menimbulkan konflik dengan kepentingan infant industry.
Penelltian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh liberalisasi perdagangan di Indonesia yang diawali tahun 1986 terhadap ekspor manufaktur rill yang sekaligus merupakan arah menuju implementasi strategi outward oriented. Variabel lain yang pert diperhatikan dalam penelitian ini adalah elastisitas nilai tukar nil dan elastisitas kapasitas produksi manufaktur. Model dasar yang digunakan mengacu pada model fungsi penawaran (supply side) yang diperkenalkan Athukorala (1998) dan telah disesuaikan untuk konteks Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa liberalisasi perdagangan telah mendorong peningkatan ekspor manufaktur Indonesia. Kenyataan tersebut memperlihatkan bahwa setelah liberalisasi manufaktur Indonesia mempunyai daya saing yang meningkat dalam perdagangan intemasional, sekaligus memperlihatkan bahwa kekhawatiran pengaruh negatif liberalisasi perdagangan terhadap Infant industry tidak terbuktl. Leblh jauh, penelltian ini menyarankan seyogyanya Indonesia tidak ragu-ragu menerapkan liberalisasi perdagangan dan meneruskan strategi outward oriented melalui promosi ekspor manufaktur, khususnya untuk komoditi manufaktur padat karya karena mempunyal keunggulan komparatif. DI sisi lain, perlu usaha untuk meningkatkan kemampuan sisi penawaran melalui kebijakan deregulasi industri dan perdagangan, memperdalam kandungan domestik, serta stabilltas nilai tukar.
Kata Kunci : liberalisasi, ekspor, manufaktur, Indonesia