Analisis Altman Z Score Untuk Memprediksi Tingkatan Pemulihan Setelah Krisis 2008 atas 50 Perusahaan Dengan kapitalisasi Terbesar di Bei
TENDI, HANDI UTAMA (Adv.: Slamet Sugiri, Prof. Dr., MBA., Akt.), Slamet Sugiri, Prof. Dr., MBA., Akt.
Krisis tahun 2008 telah menyebabkan hampir semua saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan yang sangat besar, dan dalam periode satu tahun setelah titik terendah indeks harga saham gabungan (IHSG), terdapat perbedaan tingkat pemulihan dari masing-masing saham di BEI, dimana ada beberapa saham yang berhasil pulih dan bahkan memiliki posisi harga yang lebih tinggi dari posisi sebelum krisis. Tetapi terdapat beberapa saham juga yang tidak berhasil pulih dan tetap lebih rendah dibandingkan posisi sebelum krisis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa rasio keuangan dalam formula Altman Z score (analisa kebangkrutan) dalam memprediksi tingkat pemulihan setelah krisis tahun 2008 atas 50 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di BEI, serta melihat perbedaan rasio keuangan yang berpengaruh atas pemulihan tersebut berdasarkan jenis perusahaan non-bank dan bank. Metoda pegumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data rasio keuangan selama 4 tahun dari tahun 2005 sampai tahun 2008. Penelitian dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji diskriminan stepwise method. Sampel perusahaan yang diteliti dibagi menjadi dua kelompok, yaitu PULIH dan TIDAK PULIH, berdasarkan perkembangan harga saham tersebut sebelum dan sesudah krisis. Hasil penelitian ini menunjukkan untuk atas perusahaan non-bank dan bank, yang memiliki struktur keuangan yang berbeda, tidak dapat dihasilkan suatu model yang mencakup perusahaan non-bank dan bank secara bersamaan. Sehingga rasio keuangan kedua jenis perusahaan tersebut, secara bersama tidak dapat digunakan untuk memprediksi tingkat pemulihan saham setelah krisis 2008. Untuk perusahaan non-bank, terdapat rasio keuangan sales to total assets (S/TA) secara signifikan dapat membedakan dua kelompok PULIH dan TIDAK PULIH, dan dengan tingkat akuras yang tinggi dan lebih tinggi dibandingkan tingkat akurasi formula Altman Z score. Untuk perusahaan bank, terdapat rasio keuangan market value of equity to book value of total debts (MVE/BVD) dan sales to total assets (S/TA) secara signifikan dapat membedakan dua kelompok PULIH dan TIDAK PULIH, dan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat akurasi formula Altman Z score.
Crisis in 2008 caused significant price decrement of most of the stocks in Indonesia Stock Exchange (ISX), and in a year period after the lowest ISX composite index, thereÂ’re some stocks that succeed to recover its price to the level before the crisis, or even higher. But thereÂ’re also some stocks that could not recover to level before the crisis. This researchs objective is to analyze the financial ratios in Altman Z score formula (bankruptcy analysis), in determination to predict recovery rate after the crisis in 2008, on the top 50 companies with big capitalization in ISX, and also to see the dominant financial ratios that determine on recovery of non-bank and bank companies. Data collection method that used in this research is financial ratios data during 4 years, since 2005 until 2008. This research is using normality test and discriminants test stepwise method. The samples in this research, are being classified into two groups, RECOVERED and FAILED, based on the price recovery rate before and after the crisis in 2008. This research results are showing that for composite all non-bank and bank companies, which have different financial structure, failed to generate a model for non-bank and bank companies together. So financial ratios of both types of the companies, cannot be used to predict the recovery status of the stock price after the crisis in 2008. While for non-bank companies, theres a financial ratio - sales to total assets (S/TA) that significantly differentiate between two groups RECOVERED and FAILED, and with high accuracy, which also higher than the accuracy of Altman Z score formula. For bank companies, there are two financial ratios-market value of equity to book value of total debts (MVE/BVD) and sales to total assets (S/TA) that significantly differentiate between two groups RECOVERED and FAILED. And with high accuracy, which also much higher than the accuracy of Altman Z score formula
Kata Kunci : uji diskriminan stepwise method, tingkat pemulihan harga saham, Altman Z score, crisis in 2008, discriminants test stepwise method, recovery rate of stock price.