Laporkan Masalah

Determinan Profitabilitas bank syariah di Indonesia

TAURIZA, METHA (Adv.: Marwan Asri, Prof., M.B.A., Ph.D.) , Marwan Asri, Prof., M.B.A., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Magister Management

Keberadaan bank syariah sebagai bagian dari ekonomi syariah dianggap dan diposisikan sebagai alternatif sistem keuangan yang menciptakan kesempatan untuk menyempurnakan sistem keuangan konvensional yang beberapa kali terbukti rentan diterpa krisis. Bank syariah kemudian muncul mengambil bagian dalam muamalah maliyah atau persoalan yang menyangkut ekonomi, harta dan perniagaan sebagai alternatif pilihan sistem keuangan yang mengutamakan keadilan dan kejujuran serta berkomitmen.


Tujuan utama penelitian ini adalah mengukur profitabilitas bank syariah yang sesuai dengan konsep dan operasionalisasi bank syariah (syariah specific) dan tidak bisa diterapkan untuk penilaian bank konvensional. Data dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan semesteran dari Bank Indonesia 12 bank syariah yang terdiri dari 3 Bank Umum Syariah dan 9 Unit Usaha Syariah bulan Desember tahun 2004 hingga bulan Desember tahun 2010.


Analisis data dilakukan dengan model estimasi Ordinary Least Square (OLS). Penelitian menemukan variabel syariah spesifik yang dapat menjadi variabel yang menjelaskan profitabilitas bank syariah hanya Rasio Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI). Sedangkan Rasio Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah, Rasio Pembiayaan Murabahah, tidak dapat menjadi variabel yang menjelaskan profitabilitas bank syariah yang diwakili oleh Return on Deposit. Selain itu ditemukan pula penjelasan bahwa bank syariah di Indonesia memperoleh keuntungan yang signifikan bukan dengan penyaluran pembiayaan kepada sektor rill melainkan dari penempatan SWBI. Penempatan pada SWBI dalam jumlah besar tentu tidak sejalan dengan prinsip syariah yakni berperan dalam muamalah maliyah, peran ini diukur dari kontribusi pembiayaan utamanya pembiayaan berbasis bagi hasil.

The presence of Islamic banks as part of Islamic economic thought and is positioned as an alternative financial system that creates an opportunity to refine the conventional financial system that was hit several times proved vulnerable to the crisis. Islamic banks then appear to take part in muamalah maliyah or issues concerning the economy, property and commerce as an alternative financial system that prioritizes fairness and honesty and commitment.

The main purpose of this study was to measure the profitability of Islamic banks in accordance with the concept and operation of Islamic banks (sharia specific) and cannot be applied for the assessment of conventional banks. The data in this study is the semiannual financial statement data from Bank Indonesia 12 Islamic banks consisting of three commercial Islamic banks and nine sharia division from December 2004 to December 2010.

Data analysis was performed with the model estimate Ordinary Least Square (OLS). This research find specific sharia variables that can be variables that explain the profitability of Islamic banks only Wadiah Bank Indonesia Certificate Ratio (SWBI). While the ratio of Mudaraba and Musharaka financing, Murabaha financing ratio, cannot be a variable that explains the profitability of Islamic banks, represented by the Return on Deposit. In addition it also found an explanation that Islamic banks in Indonesia gained a significant advantage not by channeling funding to the sector rather than the placement SWBI rill. Placement in large SWBI certainly not in line with Islamic principles that play a role in muamalah maliyah, this role is measured from its main financing contribution- based financing for the results.

Kata Kunci : bank syariah, profitabilitas, sertifikat wadiah bank indonesia, Islamic banks, profitability, bank certificates wadiah Indonesia, return on deposits.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.