Analisis Perdedaan Rata-Rata Return, Risiko, dan Ukuran Perusahaan Pada Perusahaan Perata Laba dan Non-Perata Laba (Studi Empiris pada Bursa Efek Indonesia)
TANDELILIN, STANISLAUS MC (adv.: Suad Husnan, Dr., M.B.A.), Suad Husnan, Dr., M.B.A.
Perataan laba adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh manajemen untuk memperkecil fluktuasi laba perusahaan. Banyak hasil penelitian telah mengungkapkan terdapat perbedaan berbagai macam faktor antara perusahaan yang melakukan perataan laba dan preusan yang tidak melakukan perataan laba. Hal ini tentu menjadi bahan pertimbangan investor saat melakukan analisis fundamental penilaian suatu saham.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan return, risiko, dan ukuran perusahaan pada perusahaan yang melakukan perataan laba dan preusan yang tidak melakukan perataan laba. Sampel penelitian diambil dengan cara purposive sampling pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berturut-turut selama periode tahun 2006-2010. Kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah preusan-perusahaan yang mempunyai laporan keuangan (tahunan) dan harga saham (bulanan) yang lengkap pada periode tahun 2006-2010.
Perhitungan abnormal return menggunakan market model dan market-adjusted model (CAPM Model). Pengukuran risiko menggunakan standar deviasi return saham dan beta saham. Sedangkan untuk variabel ukuran perusahaan menggunakan rasio antara market value individual perusahaan dengan total kapitalisasi pasar. Sebelum pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji independence sample t-test, maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data.
Hasil penelitian ini tidak dapat membuktikan hipotesis yang mengatakan adanya perbedaan risiko antara perusahaan yang melakukan perataan laba dan perusahaan yang tidak melakukan perataan laba. Namun demikian untuk pengukuran risiko dengan menggunakan standar deviasi, secara statistik terdapat perbedaan antara perusahan yang melakukan perataan laba dengan perusahaan yang tidak melakukan perataan laba. Secara statistik, standar deviasi perusahaan yang melakukan perataan laba ternyata lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi perusahaan yang tidak melakukan perataan laba. Selanjutnya hasil penelitian ini juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan secara statistik pada variabel return dan ukuran perusahaan antara kelompok perusahaan yang melakukan perataan laba dan kelompok perusahaan yang tidak melakukan perataan laba.
Income smoothing is defined as practice of management to reduce the earning fluctuation of their company. Various researches reveal that there were several factors that affect income smoothing. This is indeed a matter for investor in considering whether or not to invest in a stock using their fundamental analysis and evaluations.
This research aims to test the differences of return, risk, and company size between those companies which conduct income smoothing (smoother companies) with those which do not conduct income smoothing (non-smoother companies). The purposive sampling method is used to choose the company from the listed manufacture companies consecutively from 2006-2010. This research focuses on company with complete data in stock prices (monthly basis) and annual reports (yearly basis) within the period 2006-2010.
To calculate abnormal return, this research uses market model and market-adjusted model (CAPM model). Risks are measured using standard deviation and beta of stock return. Lastly, company sizes are measured using the ratio of individual market value with the total capitalization of market. Normality test was performed before testing the hypothesis using independence sample t-test.
The results cannot confirm the hypothesis that smoother companies possess lower risk than non-smoother companies. Yet, when risks are measured using standard deviation, it turns out that there was statistical evidence of smoother companies possess higher risk than non-smoother companies. Finally, there were no statistical differences in return and company size between smoother companies and non-smoother companies.
Kata Kunci : Income smoothing, purposive sampling, independence sample t-test., Perataan laba