Laporkan Masalah

Strategi Perdagangan Berdasarkan Laba Historis, Arus Kas Historis dan Risiko

SYLVIA (pembimbing: Jogiyanto HM., Dr., M.B.A.), Jogiyanto HM., Dr., M.B.A.

2001 | Tesis | S2 Accounting

Penelitian ini bertujuan menguji kegunaan laporan keuangan bagi investor dan analis keuangan dalam melakukan strategi perdagangan saham. Ada dua strategi perdagangan saham yang biasa dijalankan oleh investor dan analis keuangan, yaitu strategi pertumbuhan dan strategi nilai (value strategy atau biasa juga disebut dengan contrarian strategy). Perspektif yang berbeda dari kedua strategi ini menarik perhatian peneliti untuk mengetahui strategi perdagangan di pasar modal Indonesia dengan menggunakan laba historis dan arus kas historis sebagai surogasi yield. Selain itu, risiko finansial dan risiko bisnis dari strategi perdagangan juga digunakan.




Analisis dilakukan pada level portofolio. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua surogasi yield secara signifikan mempengaruhi return. Kemampuan menjelaskan return ditemukan lebih tinggi pada cashflow yield daripada earnings yield. Hipotesis dua dan tiga menguji risiko bisnis dan risiko finansial dalam memprediksi return. Hasil pengujiannya menunjukkan bahwa risiko finansial dan risiko bisnis signifikan mempengaruhi return. Sedangkan beta pasar menjadi tidak signifikan dalarn mempengaruhi return.

This study is intended to examine the use of financial statements for investors and financial analysts in applying stock trading strategies. There are two stock trading strategies generally applied by investors and financial analysts, i.e. growth strategy and value strategy (also called contrarian strategy). The different perspective of the two strategies calls the attention of the author to identify the trading strategies in Indonesian stock exchange by using historical earnings and cash flow as the surrogates of yield.




Analysis are performed at portfolio level. The results of the analysis show that the earnings yield and the cash-flow yield have a significant negative impact on returns after the systematic risk associated with the market Beta has been controlled for. The ability of cash-flow yield to predict returns is found higher than earnings yield. Hypothesis two and three tests financial risk and business risk in prdicting returns. The results indicate that financial risk and business risk statistically significant to predict risk-adjusted stock returns. Whereas the market beta insignificant to predict returns .

Kata Kunci : growth strategy, value strategy, yield surrogates, fundamental variables, business risk, financial risk, strategi pertumbuhan, strategi nilai, surogasi yield, variabel fundamental, risiko bisnis, risiko finansial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.