Laporkan Masalah

Analisis Weekend Effect dan Firm Size: studi empiris di Bursa Efek Jakarta Periode 2003-2005

Syarifah, Iif (Adv.: I Wayan Nuka Lantara, S.E., M.S.I), I Wayan Nuka Lantara, S.E., M.S.I

2013 | Skripsi | S1 Management

Dewasa ini pasar modal Indonesia menunjukan perkembangan yang siknifikan, hal ini dapat dilihat dari bertambahnya jumlah perusahaan yang terdaftar di BEJ. Pasar modal yang efisien dan likuid akan mendorong para pemodal(investor) asing tertarik pada pasar domestic. Jika pasar efisien maka harga yang terbentuk adalah harga keseimbangan sehingga tidak ada seorngpun investor yang bias memperoleh keuntungan abnormal (abnormal return) dengan memanfaatkan informasi yang dimilikinya.

Hipotesis yang digunakan adalah H1: Terdapat Weekend Effect pada return saham perusahaan-perusahan yang termasuk katagori Indeks LQ 45. H2: Rata-rata return saham pada hari-hari lain dalam seminggu secara signifikan berbeda dengan rata-rata return pada hari senin. H3: Firm Size (ukuran perusahaan ) mempengaruhi adanya Weekend Effct ataupun Reverse Weekend Effect.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah sampai saat ini anomaly pasar yaitu Weekend effect masis eksis dan apakah teori tersebut dipengaruhi oleh ukuran perusahan (firm Size). Penelitian ini dapat digunakan oleh para investor dalam mempertimbangkan dan menentukan waktu atau timing yang tepat untuk melakukan investasi baik menjual maupun membeli saham, membantu perusahaan dalam menilai kinerja pasar modal sebagai salah satu sumber pendanaan bagi perusahaan.

Hasil penelitiannya adalalah tidak ditemukan adanya weekend effect maupun reverse weekend effect. Selain itu ditemukan juga bahwa ukuran perusahan tidak dipengaruhi munculnya weekend effect maupun reverse weekend effect. Hal tersebut terjadi karena perubahan return saham di BEJ yang memiliki pola acak 9tidak teratur) dan tidak terpengaruhi oleh akhir pecan maupun awalannya. Dengan demikian, investor tidak bias mendapatkan keuntungan berupa capital gain dengan menggunakan perubahan harga-harga saham di masa lalu Karena pola return acak. Jadi para investor tetp melakukan diversifikasi untuk meminimalkan risiko investasi.

Kata Kunci : weekend Effect, Investasi, investmen, Efisiensi pasar modal, return saham, firm size, anomali pasar, pasar modal, kebijakan investasi, diversifikasi, capital gain, return saham


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.