Laporkan Masalah

ANALISIS RISIKO FISKAL DI INDONESIA AKIBAT KENAIKAN HARGA MINYAK DUNIA

SYAHMI, ADLAN (Adv.: Ahmad Jamli, Drs., MA), Ahmad Jamli, Drs., MA

2014 | Skripsi | S1 Economics

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis risiko fiskal akibat adanya kenaikan harga minyak dunia. Secara empiris kenaikan harga minyak dunia berdampak pada sisi penerimaan dan pengeluaran pemerintah dalam APBN. Pada sisi penerimaan dampak kenaikan harga minyak dunia dirasakan pada pos penerimaan migas dan pajak migas, sedangkan pada sisi pengeluaran dampak tersebut dirasakan pada pemberian subsidi khususnya subsidi BBM. Kenaikan harga minyak dunia saat ini ditambah Indonesia yang berstatus negara pengimpor minyak netto berpotensi menyebabkan risiko fiskal yang akan mengganggu kesinambungan fiskal. Karena alasan tersebut dirasa penting untuk melakukan penelitian dalam menganalisis risiko fiskal yang dihadapi pemerintah Indonesia serta melihat respon risiko fiskal terhadap kenaikan harga minyak dunia demi tercapainya kesinambungan fiskal di Indonesia.

Analsis dilakukan dengan menggunakan metode rerata varian untuk menghitung besarnya risiko fiskal. Selajutnya untuk melihat respon risiko fiskal dilakukan dengan menggunakan Vector Autoregressive (VAR). Hasil dari analisis menunjukan bahwa kenaikan harga minyak dunia telah menyebabkan terjadinya risiko fiskal melalui kewajiban kontingensi subsidi BBM yang diberikan pemerintah serta perubahan tingkat produksi minyak (lifting) Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan rerata varian yang menunjukan besar kecilnya risiko fiskal yang dihasilkan dari perhitungan selisih antara kewajiban kontingensi subsidi BBM yang dialokasikan dalam RAPBN dengan realisasinya dalam APBN terutama ketika status Indonesia berubah menjadi negara pengimpor minyak netto.

This research aims to analysis the fiscal risk due to the increases of world oil price. Empirically, the increases of world oil price have some impacts to governmentÂ’s revenue and expenditure in APBN. On the revenue side, the impact of increases world oil price can be seen from revenue of oil and gas as well as oil and gas tax. In other hand, the impact of increases of world oil price can be seen from subsidies that the goverment had given, especially subsidy of fuel. The increases of world oil price that happen in current years and statuation of Indonesia which had become net importer of oil can potentially cause fiscal risk that will disrupt the continuity of Fiscal. Therefore, it is important to examine the fiscal risk that the government faced and analysis the response of it to the increases world oil prices in order to reach the continuity of Indonesia fiscal.

This analysis uses the rerata varian for count fiscal risk, furthermore to see a response of fiscal risk uses Vector Autoregressive (VAR). Results of analysis showed the increases of world oil price had caused fiscal risk through contingent liability of fuel subsidy and changed the Indonesia oil production (lifting). These things can be seen from a number results of rerata varian that show the fiscal risk which counted from the difference between contingent liability of fuel subsidy in RAPBN and realisation of it in APBN especially when the statuation of Indonesia had become net importer country.

Kata Kunci : Vector Autoregressive (VAR), fiscal risk, harga minyak dunia, risiko fiskal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.