Bias dalam Proses Penilaian Audit: Pengaruh Informasi Tidak Relevan, Faktor Akuntabilitas, dan Konservatisme pada Penilaian Resiko Fraud Audit
Swadesi, Maria Dameria, Wulan Wimbari, S.E., M.Bus., Ak.
2008 | Skripsi | S1 AccountingPenelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang sering kali ditemui dalam proses penilaian risiko fraud yang dapat menimbulkan bias dalam penilaian risiko yang dilakukan. Bias yang diteliti dalam penelitian ini adalah bias berupa efek dilusi, yaitu bias yang terjadi karena digunakannya informasi tidak relevan dalam proses pengambilan keputusan. Kasus pengambilan keputusan yang digunakan yaitu proses penilaian risiko fraud dalam audit merujuk pada perhatian SAS No. 99 dan standar auditing lainnya yang menekankan pentingnya dilakukan penilaian risiko fraud oleh setiap lapisan auditor. Penelitian ini menguji tiga variabel independen yaitu informasi tidak relevan, akuntabilitas, dan konservatisme. Penelitian dilakukan pada subjek mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Jurusan Akuntansi, Universitas Gadjah Mada. Model penelitian dan model kuesioner dalam penelitian ini menggunakan kombinasi model penelitian dan kuesioner Hackenbrack (1992) dan Hoffman dan Patton (1997). Analisis data statistis menggunakan tes nonparametrik yang sesuai untuk penelitian di bidang keperilakuan. Sejumlah 56 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Subjek kemudian dibagi menjadi kelompok manipulasi akuntabel dan nonakuntabel. Masing-masing subjek menerima satu set kasus eksperimen tentang penilaian risiko fraud audit pada lima perusahaan yang berbeda. Kasus eksperimen tiga hingga lima digunakan untuk menguji pengaruh informasi tidak relevan/ efek dilusi dan pengaruh faktor akuntabilitas terhadap efek dilusi. Kasus eksperimen satu dan dua digunakan untuk menguji pengaruh faktor akuntabilitas terhadap sikap konservatif. Tiap kasus eksperimen mengharuskan subjek melakukan dua kali penilaian risiko yaitu penilaian risiko awal dan penilaian risiko akhir. Perbedaan antara kedua nilai risiko tersebut menunjukkan adanya pengaruh informasi tidak relevan pada proses penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara penilaian awal dan penilaian akhir subjek. Namun analisis statistis terhadap perbedaan penilaian kelompok manipulasi akuntabel dan nonakuntabel tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Bagian diskusi dan kesimpulan skripsi ini membahas tentang faktor-faktor yang mungkin berpengaruh dalam proses eksperimen. Kata kunci: Akuntansi Keperilakuan, Bias, Efek Dilusi, Penilaian Risiko, Fraud, Akuntabilitas, Konservatisme, Informasi Tidak Relevan
Behavioral studies in accounting and auditing literature has recently become major attention to both business practitioners and the academics. One of its concerns is in studies about biases that occur in the judgmental process. Behavioral audit issues concerns most about biases in the risk assessment process. This research tries to reexamine the variables used in Hackenbrack (1992) and Hoffman and Patton (1997) studies. Three variables tested in this research are irrelevant information (dilution effect), accountability, and conservatism. 56 undergraduate students in University of Gadjah Mada participated as subjects of experiment. The subjects were divided in to two manipulation groups: accountable and non-accountable manipulation group. Cases used in this research were similar to both manipulation groups. To examine the dilution effect of irrelevant information, each experimental cases contains several irrelevant information regarding the risk assessment task. The result of this research is in accordance with recent studies concerning dilution effect in fraud risk assessment process. Subjects, as expected, perform the dilution effect of irrelevant information in fraud risk assessment process. That is, given the manipulation of irrelevant evidence, the difference between risk assessment before and after additional irrelevant information were statistically different (for both accountable and non-accountable manipulation group). However, the result shows that the accountability and conservatism factor does not exacerbated neither decreased the dilution effect. Using undergraduate students, accountability and conservatism does not have any effect to the dilution effect shown. An explanation of the result is that the subject of the experiment was chosen for their theoretical understanding of risk assessment process in auditing with no sufficient audit experience. Therefore they could not accept the manipulation message (the accountable condition) in the approved manner as the researcher's intended. Keywords: Behavioral Accounting, Behavioral Auditing, Bias, Dilution Effect, Risk Assessment, Fraud Risk, Accountability, Conservatism, Irrelevant Information
Kata Kunci : Penilaian Audit; Pengaruh Informasi; Akuntabilitas; Konservatisme; Resiko Fraud Audit