Evaluasi Mekanisme Penyerapan Dana Subsidi Benih Melalui Public Service Obligation (PSO) pada PT Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional ll Klaten Tahun 2013-2016
Suyadi (Dr. Eko Suwardi, M. Sc., Ak., CA), Dr. Eko Suwardi, M. Sc., Ak., CA
Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas mekanisme penyerapan dana subsidi benih melalui PSO serta menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya penyerapan dana subsidi benih melalui PSO PT Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional II Klaten Tahun 2013 sampai dengan 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu meneliti secara mendalam mekanisme penyerapan dana subsidi benih dan penyebab rendahnya penyerapan dana subsidi benih.
Pemerintah telah berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan guna mendukung ketahanan pangan nasional dengan mengalokasikan dana subsidi benih pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. Selama Tahun Anggaran 2013 sampai dengan 2015, Pemerintah telah mengalokasikan dana subsidi benih melalui mekanisme PSO dalam APBN/APBNP masing-masing pada Tahun 2013 sebesar Rp 1.141.346.300.000,00, Tahun 2014 sebesar Rp1.088.571.735.000,00 dan Tahun 2015 sebesar Rp938.327.500.000,00. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara telah menugaskan BUMN sebagai pelaksana PSO subsidi benih, yaitu pada tahun 2013 menugaskan PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pertani (Persero), Tahun 2014 hanya menugaskan PT Sang Hyang Seri (Persero), dan Tahun 2015 kembali menugaskan PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pertani (Persero). Dalam pelaksanaannya di PT Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional II Klalten, realisasi penyerapan dana subsidi benih melalui PSO Tahun 2013 sampai dengan 2015 sangat rendah. Pada Tahun 2013 terserap 37,67%, Tahun 2014 terserap 31,97%, dan Tahun 2015 sampai dengan Bulan Juni terserap 2,05%. Berdasarkan hasil analisis dokumen dan wawancara dengan pihak terkait, penyebab rendahnya penyerapan ini adalah faktor regulasi berupa keterlambatan terbitnya juknis dari Dirjen Tanaman Pangan di Kementerian Pertanian dan banyaknya program-program berupa bantuan langsung benih kepada petani, kemampuan keuangan perusahaan terbatas, kepercayaan petani/kelompok tani terhadap perusahaan menurun, serta mekanisme subsidi benih masih kurang efektif.
This study aims to assess the effectiveness of the mechanism of absorption of funds and seed subsidies through the PSO and analyzing the factors that lead to low absorption of funds and seed subsidies through PSO PT Sang Hyang Seri (Persero) Regional Office II Klaten year from 2013 up to 2015. This study is a qualitative research a case study approach, which examines in depth the mechanisms of absorption of funds and seed subsidies and the low absorption of funds and seed subsidies.
The government has worked to increase the production of food crops in order to support national food security by allocating funds for seed subsidy, the Budget of the State and / or the State Budget Amendment. During Fiscal Year 2013 up to 2015, the Government has allocated funds through the mechanism of seed subsidies in the state budget PSO / APBNP respectively in the year 2013 amounted Rp1.141.346.300.000.00, 2014 Rp1.088.571.735.000,00 and 2015 Rp938.327.500.000,00. The Government through the Ministry of State-Owned Enterprises has commissioned state-owned enterprises as implementers PSO seed subsidies, which in 2013 commissioned PT Sang Hyang Seri (Persero) and PT Pertani (Persero), 2014 simply requires that PT Sang Hyang Seri (Persero), and 2015 re-assigned PT Sang Hyang Seri (Persero) and PT Pertani (Persero). In its implementation at PT Sang Hyang Seri (Persero) Regional Office II Klalten, realization of seed subsidy fund absorption through the PSO in 2013 up to 2015 is very low. In the Year 2013 absorbed 37.67%, 31.97% absorbed 2014 and 2015 up to 2.05% in June absorbed. Based on the analysis of documents and interviews with relevant parties, the cause of the low uptake of these are regulatory factors such as delays in the publication of guidelines from the Directorate General of Food Crops at the Ministry of Agriculture and a number of programs for the direct assistance of seeds to farmers, on their financial capabilities are limited, the trust of farmers / farmer groups the company declined, and the mechanism of seed subsidies are less effective.
Kata Kunci : Penyerapan Anggaran, Dana Subsidi Benih, Budget Absorption, Seed Subsidy Fund, Public Service Obligation (PSO), Seed Subsidy Mechanism, Mekanisme Subsidi Benih.