Pengaruh Pembangunn Sektor Keuangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia : Dengan Pendekatan Model Koreksi Kesalahan
SUTIKNO (pembimbing: Drs. Iswardono, SP., MA), Drs. Iswardono, SP., MA
Menurut McKinnon dan Shaw. kebijakan liberalisasi keuangan terhadap kondisi keuangan yang represi!-berupa penetapan pagu suku bunga. tingkat cadangan wajib yang tinggi. dan program kredit selekti!- pada suatu negara. akan membawa negara tersebut pada usaha pembangunan sektor keuangan hingga pada nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Hal itu disebabkan ketika tingkat suku bunga suatu negara berada di bawah tingkat ekuilibriumnya, maka menaikkan tingkat suku bunga akan meningkatkan tingkat tabungan. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi yang berasal dari kebijakan liberalisasi keuangan akan mempengaruhi sektor rumah tangga untuk meningkatkan tabungannya dan menstimulir proses intermediasi keuangan sehingga penawaran kredit pada sektor swasta menjadi meningkat. Kondisi inilah kemudian menstimulir adanya investasi hingga ke proses perumbuhan ekonomi.
Negara Indonesia dapat menjadi studi kasus yang ideal untuk mengamati hubungan antara pembangunan sektor keuangan dengan pertumbuhan ekonomi. Mulai bulan April 1974 keadaan sektor keuangan Indonesia dalam kondisi represif dimana terdapat penetapan pagu kredit dan sistem kontrol moneter secara langsung dengan menentukan tingkat suku bunga secara langsung serta tingginya penetapan tingkat cadangan wajib. Hal ini akibat dikeluarkannya program stabilisasi sektor keuangan dan moneter. Dan pada tanggal 1 luni 1983 pemerintah mengeluarkan paket deregulasi PAKJUN 1983 berupa reformasi sektor keuangan dengan kebijakan liberalisasi sektor keuangan.
T ujuan penelitian dalam skripsi ini adalah mengkaji secara empiris seberapa jauh pengaruh penetapan kebijakan Iiberalisasi sektor keuangan terhadap pembangunan sektor keuangan di Indonesia. Mengkaji secara empiris seberapa jauh hubungan dan pengaruh yang ditimbulkan oleh pembangunan sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Dalam skripsi ini digunakan analisis model dinamis dilakuakan dengan pendekatan Error Corredion Model (ECM). Pemilihan alat analisis ECM selain dikarenakan kemampuannya memecahkan persoalan variabel runtun waktu yang tidak stasioner dan regresi lancung atau korelasi lancung dalam analisis ekonometrika. juga karena kemampuannya dalam mengkaji konsistensi model empiris dengan teori ekonomi. Selain itu, konsep ECM dipandang lebih realistis dalam mengamati perkembangan variabel-variabel didalam perekonomian. sehingga dapat menjelaskan fenomena yang terjadi sesuai dengan kenyataannya.
Fungsi tabungan menunjukkan hubungan antara tingkat suku bunga dengan adanya kondisi liberalisasi keuangan. Dalam jangka pendek terdapat hubungan positi! antara tingkat suku bunga yang diharapkan dengan koe!isien sebesar 0.088497. Artinya, ketika tingkat suku bunga akan dinaikkan 1 persen- dengan adanya kebijakan melepas pagu suku bunga minimal- maka terjadi peningkatan rasio tabungan/GDP sebesar 0.09 persen. Dengan kata lain. kebijakan tentang tingkat suku bunga tersebut dapat mendptakan liberalisasi sektor keuangan yang positi!. Sedangkan pada fungsi pertumbuhan yang menunjukkan hubungan antara liberalisasi sektor keuangan dengan perturnbuhan ekonomi, terdapat hubungan yang positif dengan koefisien sebesar 0.732337. Artinya, ketika terjadi peningkatan rasio tabungan/GDP sebesar 1ro -dimana Iiberalisasi keuangan berupa adanya kebijakan melepas pagu suku bunga minimal- maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi 0.73%.
Dalam jangka panjang. rasio tingkat tabungan masyarakat terhadap pendapatan masyarakat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini berarti bahwa setiap kenaikan (penurunan) tingkat tabungan masyarakat terhadap pendapatan ceteris paribus, akan menyebabkan kenaikan (penurunan) pertumbuhan ekonomi terhadap pendapatan masyarakat. Hal ini dimungkinkan dapat terjadi karena dalam jangka panjang ekonomi dalam keadaan pekerjaan full employment Yang terjadi hanya dari sisi permintaan agregal agregat demand saja tanpa diikuti dengan penawaran agregat. Dalam jangka panjang. kebijakan Iiberalisasi keuangan tersebut akan berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi jika kebijakan ten tang liberalisasi keuangan tersebut diikuti dengan kebijakan yang dapat mendorong penawaran agregat. seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan teknologi sehingga kegiatan produksi nasional dapat berjalan dengan efisien dimana biaya produksi kedl dengan output yang tinggi.
Kebijakan yang diambil pemerintah dengan mengeluarkan deregulasi berupa PAKlUN 1983 adalah tepat. Dengan deregulasi tentang liberalisa~i keuangan tersebut akan mendorong pertumbuhan perekonomian dalam jangka pendek.
Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, economic Growth, Pendapatan Masyarakat, Tabungan Masyarakat,