Laporkan Masalah

Pengaruh faktor distress risk dalam menjelaskan efek anomali momentum

Sutejo, Bertha Silvia, Dr. Erni Ekawati, MSA., MBA

2013 | Tesis | S2 Management

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efek anomali momentum dan rnengkaitkannya dengan faktor risiko yang diukur dengan distress risk. Penelitian i~ juga menguji perbedaan pengaruh distress risk terhadap efek momentum pada kondisi pasar bullish dan pasar bearish, serta menyediakan secara tidak langsung b¢cti empiris untuk pengujian EMH (Efficient Market Hypothesis) di Indonesia. R/ita-rata sampel perusahaan yang digunakan setiap tahun adalah 92 perusahaan ~anufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode Juli 1992 - Juli 2(>03. Data diseleksi menggunakan purposive sampling. Portofolio dibentuk b~rdasarkan beta, size, B/M, dan direbalance tiap tahun. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi.

Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut (1) pengujian tidak memberikan d¢<:ungan untuk hipotesis yang menyatakan distress risk dapat menjelaskan efek aIllomali momentum dalam return saham, (2) pengujian juga tidak memberikan dvkungan terhadap hipotesis yang menyatakan terdapat perbedaan pengaruh distress risk terhadap efek momentum pada kondisi pasar bullish atau pasar b~arish. Peneltian ini justru menemukan hasil yang menunjukkan bahwa adanya vanabel distress risk dan momentum pada persamaan pricing membuat variabel sire dan B/M berpengaruh positifterhadap return saham saat kondisi pasar bullish dan berpengaruh negatif terhadap return saham saat kondisi pasar bearish. Koefisien size tidak berubah pada kondisi bearish ketika momentum dan distress risk dimasukkan dalam persamaan pricing. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini j1.4ga terpenuhi.

Kata kunci: Distress Risk, Efek Momentum, Pasar Bullish, Pasar Bearish, d,n EMH (Efficient Market Hypothesis)

This study intends to ident~fY the effect of momentum anomaly and relate with distress risk. This study also examines the d~fftrence effect market on potential relationship between momentum and distress risk and prepare indirect empirical evidence EMH in Indonesian. Average sample consist of 92 manufacturing companies per year and listed in Jakarta Stock Exchange from July 1992 -- June 2003. Data was selected using purposive sampling. Portfolio formed on beta, si=e, and RiM ratio. The statistic method used to test the hypothesis was regression analysis.

711e stu£~y results were as fiJl/ows: first, the result provide no support fiJr th,e hypothesis that the distress risk can e.xplain momentum e.tlect in stock return; second, the result also provide no support fi)r the hypothesis that no different influence on potential relationship between momentum and distress risk at bullish market or bearish market. The studies found that at bullish market, distress risk and momentum make the si=e and BM have a positive relationship with stock r~turn. But at bearish market, distress risk and momentum make si=e and BIM have a negative relationship with stock return.

K~ words: Distress Risk, Momentum Effect, Bullish Market, Bearish Market, al,Ul EMH (Efficient Market Hypothesis)

Kata Kunci : Distress Risk, Efek Momentum, Pasar Bullish, Pasar Bearish, d,n EMH (Efficient Market Hypothesis)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.